Ingin Cepat Turun Berat Badan? Coba Terapkan Pola Makan 12 Jam

Ingin Cepat Turun Berat Badan? Coba Terapkan Pola Makan 12 Jam

- detikFood
Jumat, 05 Des 2014 12:14 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Para pelaku diet yang ingin cepat menurunkan berat badan secara bisa menyantap makanan hanya 12 jam sehari. Sebuah studi terbaru menyatakan memberi jeda waktu makan bisa berefek besar pada penyimpanan lemak dan metabolisme tubuh.

Tim peneliti di The Salk Institute di Amerika Serikat menyatakan penelitian ini menambahkan bukti bahwa mengonsumsi makanan semakin larut bisa menaikkan berat badan. Studi mengusulkan membatasi jam makan justru bisa membantu melawan kolesterol, diabetes, dan obesitas.

“Saat ini banyak saran yang menyatakan Anda harus merubah nutrisi, diet pola makan sehat. Tapi, banyak orang tidak mempunyai akses menjalankan diet sehat. Jadi pertanyaannya, tanpa hal tersebut apakaha mereka masih bisa mempraktekkan pembatasan makanan dan meraih manfaat yang sama?”, tutur associate professor, Satchidananda Panda.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tim peneliti meneliti 400 tikus dengan berat ada yang normal hingga obesitas yang melewati pembatasan makan dan diet yang bervariasi. Dalam hasil penelitian ditemukan tikus yang diberi diet kaya lemak tapi hanya diberi makan dalam kurun waktu 12 jam per hari, menunjukkan kesehatan yang baik dan tubuh langsing dibandingkan tikus yang diberi asupan kalori sepanjang hari.

Hasil sama juga ditunjukkan oleh tikus yang diberi makanan kaya gula dan buah kaya gula. Studi mengusulkan pola makan ini bisa membuat perubahan besar. Konsumsi makanan larut malam saat akhir minggu tidak akan mengacaukan metabolisme tubuh, sebaliknya makan malam secara reguler akan berdampak besar.

“Faktanya bahwa tidak peduli jenis diet apa yang sedang dijalani dan pola makan ini bisa dijalani saat weekday atau weekend adalah kejutan yang menggembirakan,” tutur Amandine Chaix selaku kepala peneliti.

Dalam jurnal Cell Metabolism, tikus obesitas yang mengonsumsi apapun yang mereka suka saat siang, berat badan turun 5 persen saat diberi pembatasan makan hanya beberapa hari. Pada akhir studi, hari ke 38 mereka menunjukkan penurunan berat badan hingga 25 persen. Walaupun tikus sehat yang mengonsumsi diet sehat tidak turun berat badan, mereka menunjukkan masa otot lebih tinggi.

“Ini adalah observasi yang menarik, walaupun tikus yang menjalani diet normal tidak turun berat badan, komposisi tubuh mereka berubah. Hal ini memicu banyak pertanyaan, apakah tikus berhasil mempertahankan masa otot yang mungkin hilang dengan konsumsi makanan dalam jumlah banyak, atau masa otot mereka naik?,” tambah Professor Satchidananda.

(dni/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads