Terlalu Sering Konsumsi Mie Instan dapat Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

- detikFood Selasa, 19 Agu 2014 18:50 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Mie instan merupakan hidangan lezat dan juga praktis. Untuk itu hal ini sering dijadikan konsumsi para anak muda dan dewasa yang sibuk. Banyaknya bahan pengawet dan tinggi garam dapat memicu munculnya berbagai jenis penyakit sindrom metabolik.

Dalam sebuah studi, perempuan Korea Selatan yang mengonsumsi mie instan lebih dari satu kali sehari mungkin dapat memiliki "sindrom metabolik" . Orang dengan sindrom metabolik memiliki tekanan darah tinggi, beresiko sakit jantung dan diabetes.

"Meskipun mie instan merupakan makanan yang praktis dan lezat, akan tetapi ada peningkatan risiko sindrom metabolik yang diperoleh dari makanan ini karena tinggi sodium, lemak jenuh yang tidak sehat dan tinggi beban glikemik." tutur penulis dalam studi Hyun Shin, seorang kandidat doktor di Harvard University School of Public Health di Boston.

Shin dan rekan-rekannya di Baylor University dan Harvard menganalisis kesehatan dan diet hampir 11.000 orang dewasa di Korea Selatan antara usia 19 hingga 64 tahun. Peserta melaporkan apa yang mereka makan dan para peneliti ini terpusat pada makanan sehat tradisional atau makanan praktis serta berapa kali seminggu mereka makan mie instan.

Seperti yang dilansir dalam Live Science (19/08/2014), wanita yang mengonsumsi mie instan dua kali seminggu atau lebih memiliki risiko lebih tinggi terhadap sindrom metabolik daripada mereka yang kurang atau tidak mengonsumsinya sama sekali.

Sedangkan bagi pria, Shin dan rekan-rekannya menduga bahwa perbedaan biologis antara jenis kelamin. Seperti efek dari hormon seks dan proses metabolisme dapat menjelaskan hubungan yang jelas antara laki-laki dengan konsumsi mie instan dan pengembangkan sindrom metabolik.

Penelitian yang dilakukan di Korea Selatan ini dilakukan pada daerah yang dikenal memiliki kelompok konsumsi mie instan dalam bentuk ramen terbesar di dunia, dimana orang mengonsumsi 3,4 miliar paket mie pada tahun 2010.

"Walaupun begitu, temuan ini dapat diterapkan kepada orang-orang di Amerika Utara juga," jelas Lisa Young, ahli gizi dan profesor di New york University yang tidak terlibat dalam penelitian ini. "Kami di Amerika tidak makan sebanyak warga Korea Selatan. Akan tetapi mie ramen dijual diberbagai tempat di Amerika," tambahnya

Jadi sebenarnya apa yang buruk dari mie instan? "Mie instan tinggi lemak, garam, kalori dan merupakan makanan yang sudah diproses sehingga dapat menimbulkan kontribusi terhadap masalah kesehatan," tutur Young.

Itu tidak berarti setiap orang akan merespon dengan cara yang sama, tetapi bagian yang perlu diingat adalah bahwa itu bukan produk yang tidak sehat dan makanan olahan. Makanan olahan umumnya mengandung tinggi gula dan garam karena dibuat untuk diawetkan.

Young mengatakan, ada beberapa cara untuk meredam bahaya konsumsi mie instan yaitu jangan makan setiap hari dan kontrol porsi. Ia merekomendasikan makan dengan jumlah yang sedikit saja dan berikan campuran sayuran dan makanan segar lainnya.

(dni/odi)