Setiap tahun rumah sakit di Dubai menerima pasien yang menderita kekuaran cairan dan garam. Gangguan tersebut mengalami puncak setiap ramadan. Penyebabnya tentu saja karena kurang minum saat berbuka dan sahur.
"Kita berpuasa sekitar 15 jam dan jika kita tidak meneguk air dalam jumlah cukup, tubuh akan bereaksi. Kehilangan satu hingga dua persen cairan tubuh bisa memicu dehidrasi hal ini sangat berbahaya untuk tubuh," tutur Dr. Wafa Ayesha, kepala nutrisi klinis Dubai Health Authority.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tentu saja haus dan tidak mengonsumsi banyak air bisa meningkatkan tekanan darah tinggi dan menyebabkan gangguan pada jantung," tambah Dr Ayesha.
Siapapun yang berpuasa harus meneguk delapan hingg 10 gelas air per hari saat sahur dan buka puasa. Minimal jumlah tersebut harus dipenuhi agar ginjal bisa menghilangkan racun dari darah dan mengatur tingkat cairan tubuh.
Selain meneguk air putih, bisa juga mengonsumsi cairan dari sup, jus, dan teh hijau. Tapi bagi yang tidak berpuasa, jangan tunggu sampai haus karena itu adalah sinyal tubuh mulai dehidrasi.
Tapi, Dr. Maher Abbas, ketua Digestive Disease Institute di Cleveland Clinic Abu Dhabi lebih menyarankan konsumsi air putih untuk mengembalikan cairan tubuh. Air adalah salah satu cairan terbaik untuk hidrasi tubuh karena tidak mengandung gula dan kafein.
"Konsumsi air putih juga membantu saluran pencernaan terlubrikasi sehingga mencegah konstipasi dan gangguan pencernaam lainnya," tambah Dr.Maher Abbas.
(dni/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN