Para ahli mengatakan bahwa orangtua yang menyantap makanan bersama anak-anak, dapat memastikan makanan yang bernutrisi dan sehat. Mereka juga dapat menambah kebersamaan keluarga yang memberi manfaat kesehatan lainnya.
Akan tetapi peneliti pada sebuah studi baru terhadap 8.000 anak yang tinggal di delapan negara Eropa mengungkapkan hal berbeda. Mereka menemukan bahwa anak yang sarapan dengan orangtua sebanyak 5-7 kali per minggu sebanyak 40 persen lebih berisiko memiliki berat badan lebih dibandingkan dengan mereka yang sarapan dengan keluarga hanya 2-3 kali seminggu.
Menurut Dr. Froydis Vik dari University of Adger’s Department of Public Health di Norwegia, hasil penelitian ini menunjukkan makan bersama seperti sarapan pagi, makan siang dan makan malam sangat penting untuk menentukan status kesehatan berat badan anak.
"Kenaikan berat badan mungkin disebabkan karena anak-anak di beberapa negara kembali ke rumah dari sekolah untuk makan siang dan mengonsumsi makanan yang kurang bernutrisi dengan terburu-buru. Sedangkan yang berat badannya normal mengonsumsi makan siang yang diberikan oleh pihak sekolah," jelas Vik.
Kelebihan berat badan pada anak sebenarnya terjadi bukan karena seberapa banyak ia makan bersama keluarga akan tetapi karena orangtua tidak ada waktu untuk menyiapkan makanan sehat. Juga tidak tersedianya bahan makanan sehat di rumah, gaya hidup yang dilakukan keluarga tidak seimbang, status ekonomi keluarga dan pendidikan orangtua.
(lus/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN