Obesitas pada Anak Usia Sekolah di Indonesia Terus Meningkat

Obesitas pada Anak Usia Sekolah di Indonesia Terus Meningkat

- detikFood
Senin, 26 Mei 2014 15:54 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Masalah obesitas pada anak-anak menjadi masalah nasional di Amerika. Kampanye 'Let's Move' yang digagas Michelle Obama merupakan salah satu tindahan pencegahan obesitas. Hampir semua negera di dunia mengalami hal yang sama.

Kecuali di perkotaan, di pedesaanpun jumlah anak yang mengalami obesitas semakin banyak. Mengonsumsi makanan rendah serat dan tinggi lemak serta makanan yang tinggi karbohidrat dan gula dapat memicu terjadinya obesitas.

Masalah gizi di Indonesia saat ini mulai memasuki masalah gizi ganda. Masalah gizi kurang masih belum teratasi sepenuhnya, sementara sudah muncul masalah zat gizi lebih atau obesitas. Kelebihan ini menimbulkan obesitas yang dapat terjadi pada anak-anak dan juga orang dewasa.

Obesitas terjadi karena tidak seimbangnya antara jumlah energi yang masuk dengan yang dibutuhkan oleh tubuh. Meiputi berbagai macam fungsi yang dilakukan tubuh. mulai dari pertumbuhan fisik, perkembangan dan aktivitas.

Obesitas dapat terjadi pada anak yang ketika masih bayi tidak dibiasakan mengonsumsi air susu ibu (ASI) tetapi susu formula. Umumnya dengan jumlah asupan yang melebihi porsi yang dibutuhkan bayi atau anak.

Di Inggris, prevalensi kegemukan dan obesitas pada anak usia sekolah pada tahun 2007 sebanyak 32,7 persen (laki-laki) dan 29,1 persen (perempuan). Sedangkan untuk di Tiongkok, prevalensi kegemukan dan obesitas meningkat yaitu sebanyak 17,1 pada tahun 2000.

Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007 (26/05/2014), di Indonesia prevalensi obesitas pada anak usia sekolah (6-14 tahun) untuk anak laki-laki sebesar 9,5 persen dan anak perempuan sebesar 6,4 persen.

Sedangkan, data Riskesdas tahun 2010 memperlihatkan prevalensi obesitas anak usia sekolah (6-12 tahun) sebesar 9,2 persen. Prevalensi obesitas pada anak laki-laki lebih tinggi dari anak perempuan (10,7 persen dan 7,7 persen). Berdasarkan tempat tinggal diperkotaan lebih tinggi dibandingkan dengan pedesaan yaitu (10,4 persen dan 8,1 persen).

Jika dibandingkan,kedua data Riskesdas ternyata ada kenaikan prevalensi obesitas baik pada jenis kelamin maupun tempat tinggal. Selain dari rendahnya aktivitas, ketersediaan makanan murah yang padat kalori, ukuran porsi yang besar, banyaknya gerai fast food dan tingginya konsumsi minuman ringan bergula diduga sebagai pemicu terjadinya obesitas.

Untuk mencegah timbulnya hal ini, sebaiknya biasakan anak mengonsumsi makanan dengan nutrisi yang seimbang. Usahakan anak-anak selalu bergerak atau berolahraga.Agar otaknya cerdas dan di masa dewasa tidak mengalami penyakit degeneratif seperti jantung dan diabetes.

(lus/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads