Teh Hijau Bisa Cegah Kanker, Benarkah?

- detikFood Sabtu, 24 Mei 2014 13:50 WIB
Foto: Getty Images
Jakarta - Sejak beberapa tahun terakhir, teh hijau primadona minuman sehat. Selain karena rasanya yang khas, teh hijau juga banyak digemari karena disebut-sebut mengandung berbagai manfaat bagi tubuh.

Teh hijau berasal dari tanaman teh (Camellia sinensis) yang sudah ditanam sejak 5.000 tahun lalu di Tiongkok. Setelah dipetik, daun teh segera dipanaskan untuk menjaga kandungan antioksidan flavonoidnya. Senyawa inilah yang disebut-sebut dapat menghalau radikal bebas yang bisa merusak sel. Teh hijau kini digunakan dalam banyak jenis makanan dan minuman.

Namun, sebagai obat, teh hijau biasanya diseduh menjadi teh atau ekstraknya digunakan dalam kapsul dan krim. Teh hijau dipercaya baik untuk menurunkan berat badan, mencegah kanker, melindungi kardiovaskular (termasuk menurunkan kadar kolesterol), serta bersifat antivirus dan bakteri. Apakah semuanya sudah teruji secara ilmiah?

Penelitian pada 2013 menunjukkan beberapa bukti bahwa teh hijau dapat memperbaiki faktor-faktor risiko penyakit jantung seperti kolesterol dan tekanan darah. Namun, tidak diketahui apakah teh hijau bisa mengurangi serangan jantung.

Sementara itu, riset lain pada 2012 menunjukkan bahwa teh hijau berkaitan dengan sedikit penurunan berat badan. Namun, peneliti mengatakan bahwa hal ini tak penting secara klinis. Efeknya tak terlihat saat mempertahankan berat badan yang sudah turun.

Bahkan, studi besar yang dipublikasikan pada 2009 menunjukkan ketidakcukupan bukti dan konflik temuan terkait konsumsi teh hijau untuk mencegah kanker. Penelitian ini memelajari 52 studi yang melibatkan 1,6 juta orang.

Sebuah studi Jepang yang melibatkan 40.000 orang menemukan bahwa teh hijau berkaitan dengan menurunnya angka kematian secara keseluruhan. Penyakit jantung termasuk, tapi bukan kanker.

Beberapa bukti juga menyebutkan bahwa teh hijau membantu meningkatkan kewaspadaan mental. Menurut ABC Australia (12/05/2014), bisa jadi karena kandungan kafeinnya. Kemungkinan teh hijau juga baik untuk mengobati kutil pada alat kelamin. Hal ini dibuktikan dengan salep mengandung teh hijau yang penggunaannya diizinkan di Amerika Serikat.

Secara umum, teh hijau aman untuk orang dewasa. Namun, karena mengandung kafein, konsumsinya secara berlebihan dapat menaikkan tekanan darah dan menghasilkan efek samping kafein.

Contohnya insomnia, kecemasan, dan mudah marah. Teh hijau juga bisa mengurangi penyerapan zat besi. Karena mengandung sedikit vitamin K, teh hijau membuat obat pengencer darah seperti warfarin kurang efektif. Selain itu, teh hijau juga bisa mengganggu kerja diuretik dan benzodiazepines.




(lus/odi)