Berisiko Tinggi pada Kesehatan, Makanan akan Diberi Label seperti Rokok

Berisiko Tinggi pada Kesehatan, Makanan akan Diberi Label seperti Rokok

- detikFood
Kamis, 22 Mei 2014 11:51 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Consumers International dan the World Obesity Federation meminta peraturan lebih ketat untuk pemasaran dan kemasan makanan. Karena makanan menjadi penyebab obesitas yang risikonya sama bahayanya dengan merokok.



CI dan WOF meminta aturan industri makanan dan minuman lebih diperketat. Peraturan yang sama ketatnya dengan rokok. Seperti pencantuman foto akibat obesitas. Mengingat angka obesitas yang terus naik. Angka kematian akibat obesitas dna kelebihan berat badan secara global naik dari 2.6 juta tahun 2005 menjadi 3.4 juta tahun 2010.



Aturan baru untuk makanan berupa penurunan kadar garam, lemak jenuh, dan gula dalam produk makanan yang disajikan di rumah sakit dan sekolah. Iklan makanan diperketat dan pendidikan mengenai makanan sehat ditingkatkan.



Lemak trans buatan juga harus dihilangkan dalam kurun waktu lima tahun. Edukasi mengenai pola makan sehat dan iklan untuk anak selama program TV seperti X-Factor juga disarankan untuk dikurangi.



Consumers International bahkan mendorong peraturan iklan dan kemasan makanan disetarakan dengan peraturan rokok. Pengendalian lebih ketat bisa dilakukan berupa gambar di kemasan makanan yang menunjukkan akibat obesitas seperti halnya penyakit akibat merokok pada kemasan rokok.



“Kami ingin mencegah situasi yang pernah terjadi tahun 1960, saat industri rokok menyatakan tidak ada yang salah dengan rokok, 30 atau 40 tahun tahun kemudian jutaan orang meninggal karena itu,” tutur Luke Upchurch dari Consumers International kepada BBC (22/05/2014).



Peraturan baru ini akan adalah dalam tingkat tertinggi untuk persetujuan global, berarti pemerintah harus menetapkan secara hukum. Bertolak belakang dengan kondisi saat ini peraturan bisa kapan saja dicabut. Consumers International menyatakan peraturan bisa berlaku setelah mendapat dukungan dari Brazil, Norwegia, dan Inggris.



“Jika obesitas merupakan penyakit menular, kita akan menginvestasikan milaran dolar untuk mengendalikannya. Tapi, obesitas disebabkan oleh konsumsi berlebih makanan berlemak dan gula, kita telah melihat banyak pembuat kebijakan tidak berfokus pada perusahaan yang membuat makanan tersebut,” tutur Dr Tim Lobstein at the World Obesity Federation.



Terry Jones, Director of Communications pada Food and Drink Federation menyatakan saat ini produsen makanan dan minuman Inggris telah mendukung kesehatan publik. Dikatakan beberapa rekomendasi yang diajukan dua organisasi tersebut sudah dilakukan.



“Dalam tanggung jawab kesehatan publik masyarakat Inggris, industri makanan bekerja sama dengan organisasi kesehatan, NGO, dan pemerintah. Kami menyediakan label nutrisi lebih lengkap untuk meningkatkan diet lebih sehat dan aktivitas fisik lebih banyak,” ujar Terry.

(dni/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads