Sereal Kepingan Kecil Terbukti Memicu Orang Makan Lebih Banyak

Sereal Kepingan Kecil Terbukti Memicu Orang Makan Lebih Banyak

- detikFood
Senin, 07 Apr 2014 05:44 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Menilai berdasarkan tampilan memang paling mudah dilakukan. Contohnya, kita cenderung makan lebih banyak jika kepingan sereal kecil, karena tampak lebih sedikit dibanding sereal berkeping besar dengan berat sama.

Inilah kesimpulan para peneliti dari Pennsylvania State University (PSU), Amerika Serikat, setelah menguji pengaruh volume makanan terhadap asupan kalori. Mereka melaporkan hasilnya di Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics.

Para peneliti menggunakan empat wadah berisi sereal yang sama. Namun, di wadah satu serealnya dibiarkan utuh, sementara di wadah lain sereal digilas sehingga kepingannya mengecil dan volumenya berkurang 40%, 60%, atau 80%.

Seperti dilansir situs PSU (26/03/2014), sebanyak 41 orang dewasa diminta menyantap sereal tersebut saat sarapan sekali seminggu selama empat minggu. Mereka boleh menuangkan sereal, susu bebas lemak, dan pemanis tanpa kalori ke mangkuk sebanyak yang mereka mau.

Hasilnya, ketika ukuran keping diperkecil, partisipan studi menuangkan sereal dalam volume lebih sedikit. Mereka mengira asupan kalori yang mereka ambil dari semua ukuran sereal sama saja. Padahal, berat dan kandungan kalorinya lebih besar daripada sereal dengan kepingan lebih besar.

"Ada banyak variasi volume akibat karakteristik fisik makanan, seperti ukuran per buah, kandungan udara, proses pemasakan, dan cara menumpuk makanan di wadah. Hal ini mempersulit mengetahui seberapa banyak yang harus kita makan," jelas Barbara Rolls, profesor ilmu gizi di PSU.

Menurut Rolls, temuan ini berdampak pada pilihan porsi dan anjuran diet. Sayangnya, panduan diet di Amerika Serikat mendeskripsikan jumlah yang dianjurkan untuk sebagian besar kelompok makanan dalam volume, misalnya cup.

"Hal ini bisa jadi masalah karena, untuk kebanyakan makanan, jumlah yang dianjurkan belum disesuaikan dengan variasi sifat fisik makanan yang memengaruhi volume," ujar Rolls yang pernah menulis buku 'The Ultimate Volumetrics Diet' pada 2012.

Rolls mencontohkan, untuk sereal dengan kepingan kecil, porsi yang dianjurkan seharusnya dikurangi sesuai dengan volumenya yang sedikit. Sebaliknya, anjuran porsi makanan bervolume seperti sereal yang menggembung dan sayuran dedaunan sebaiknya ditambah.

Kesulitan menilai asupan berdasarkan tampilan makanan juga berlaku pada konsumsi minuman beralkohol. Peneliti dari University of Bristol menyebutkan bahwa bentuk gelas memengaruhi perilaku minum.

Sementara itu, tim peneliti dari Iowa State University dan Cornell University menemukan bahwa wine cenderung dituangkan lebih banyak pada gelas lebar. "Kita cenderung fokus pada tolok ukur vertikal daripada horizontal," jelas salah satu peneliti.



(fit/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads