Ingin Makan Lebih Sedikit? Pasang Cermin di Dapur dan Gantilah Warna Piring

Ingin Makan Lebih Sedikit? Pasang Cermin di Dapur dan Gantilah Warna Piring

- detikFood
Minggu, 30 Mar 2014 12:53 WIB
Ingin Makan Lebih Sedikit? Pasang Cermin di Dapur dan Gantilah Warna Piring
Foto: Getty Images
Jakarta - Saat sedang bersantai, orang cenderung makan secara berlebih. Tanpa disadari, banyak makanan dikonsumsi. Bisa jadi Anda sudah mencoba makan dari piring dan mangkuk kecil untuk mengurangi porsi makan.

Ternyata ada cara lain yang sudah teruji untuk mengurangi porsi makan. Sebaiknya coba juga cara praktis ini untuk mengendalikan makan berlebihan saat di rumah.

Foto: Getty Images

1. Ganti bola lampu

Foto: Thinkstock
Gantilah lampu bercahaya terang, terutama lampu neon, di ruang makan dengan alternatif lebih lembut dan hangat seperti lampu LED putih. Saat peneliti di Cornell University mengubah cahaya lampu di restoran cepat saji menjadi cahaya hangat seperti di restoran fine-dining, pengunjung lebih lama berada di restoran. Namun mereka makan 18 persen lebih sedikit dari hidangan cepat saji tersebut dan lebih menikmati makanannya.

1. Ganti bola lampu

Foto: Thinkstock
Gantilah lampu bercahaya terang, terutama lampu neon, di ruang makan dengan alternatif lebih lembut dan hangat seperti lampu LED putih. Saat peneliti di Cornell University mengubah cahaya lampu di restoran cepat saji menjadi cahaya hangat seperti di restoran fine-dining, pengunjung lebih lama berada di restoran. Namun mereka makan 18 persen lebih sedikit dari hidangan cepat saji tersebut dan lebih menikmati makanannya.

2. Pasang cermin di dapur

Foto: Thinkstock
Cegahlah diri Anda dari konsumsi makanan berlemak secara berlebihan  dengan melibatkan kesadaran diri. Peneliti di Iowa State University menulis bahwa sesuatu yang sederhana seperti cermin di kulkas dapat membantu Anda. Dalam studi mereka, pengunjung restoran yang makan di ruangan dengan cermin besar tanpa sadar mengonsumsi lebih sedikit makanan berlemak yaitu keju krim dibanding mereka yang tidak dipaksa untuk melihat diri sendiri di cermin.

2. Pasang cermin di dapur

Foto: Thinkstock
Cegahlah diri Anda dari konsumsi makanan berlemak secara berlebihan  dengan melibatkan kesadaran diri. Peneliti di Iowa State University menulis bahwa sesuatu yang sederhana seperti cermin di kulkas dapat membantu Anda. Dalam studi mereka, pengunjung restoran yang makan di ruangan dengan cermin besar tanpa sadar mengonsumsi lebih sedikit makanan berlemak yaitu keju krim dibanding mereka yang tidak dipaksa untuk melihat diri sendiri di cermin.

3. Piring berwarna kontras

Foto: Thinkstock
Tanpa disadari, Anda akan makan lebih sedikit jika menggunakan piring dengan warna sangat kontras dari makanan. Peneliti di Cornell menemukan bahwa penyantap makanan prasmanan menaruh pasta di piringnya 22 persen lebih banyak ketika warna makanan dan piring bercampur. Mereka menempatkan pasta dengan saus tomat di piring kemerahan dan pasta alfredo di piring putih.

3. Piring berwarna kontras

Foto: Thinkstock
Tanpa disadari, Anda akan makan lebih sedikit jika menggunakan piring dengan warna sangat kontras dari makanan. Peneliti di Cornell menemukan bahwa penyantap makanan prasmanan menaruh pasta di piringnya 22 persen lebih banyak ketika warna makanan dan piring bercampur. Mereka menempatkan pasta dengan saus tomat di piring kemerahan dan pasta alfredo di piring putih.

4. Tukar peralatan makan

Foto: Thinkstock
Anda dapat makan lebih sedikit apabila menggunakan penjepit makanan daripada sendok saji untuk mengambil makanan. Peneliti di University of Pennsylvania menemukan bahwa makanan yang diambil dengan penjepit lebih sulit untuk dipindahkan ke piring jadi Anda akan makan 16,5 persen lebih sedikit.

Selain itu, gunakan sumpit untuk makan. Sumpit dapat memperlambat asupan makanan, sehingga memberikan waktu bagi otak untuk menyadari perut sudah kenyang. Sedikit perubahan ini lama kelamaan dapat menghindarkan Anda dari konsumsi kalori berlebih.

4. Tukar peralatan makan

Foto: Thinkstock
Anda dapat makan lebih sedikit apabila menggunakan penjepit makanan daripada sendok saji untuk mengambil makanan. Peneliti di University of Pennsylvania menemukan bahwa makanan yang diambil dengan penjepit lebih sulit untuk dipindahkan ke piring jadi Anda akan makan 16,5 persen lebih sedikit.

Selain itu, gunakan sumpit untuk makan. Sumpit dapat memperlambat asupan makanan, sehingga memberikan waktu bagi otak untuk menyadari perut sudah kenyang. Sedikit perubahan ini lama kelamaan dapat menghindarkan Anda dari konsumsi kalori berlebih.

5. Konsumsi makanan manis di pagi hari

Foto: Thinkstock
Untuk mengurangi keinginan konsumsi karbohidrat, tambahkan dessert pada sarapan Anda. Dalam studi selama delapan bulan di Tel Aviv University, dilakukan diet dengan konsumsi sedikit makanan manis seperti sedikit cokelat, sebuah donat atau satu biskuit pada penderita obesitas.

Mereka menyantap dessert dengan sarapan berprotein. Hasilnya, rata-rata menurunkan lebih dari 18 kg dibanding kelompok yang menghindari makanan manis. Kombinasi protein dan karbohidrat dapat membuat kenyang lebih lama dan menurunkan keinginan mengemil.

5. Konsumsi makanan manis di pagi hari

Foto: Thinkstock
Untuk mengurangi keinginan konsumsi karbohidrat, tambahkan dessert pada sarapan Anda. Dalam studi selama delapan bulan di Tel Aviv University, dilakukan diet dengan konsumsi sedikit makanan manis seperti sedikit cokelat, sebuah donat atau satu biskuit pada penderita obesitas.

Mereka menyantap dessert dengan sarapan berprotein. Hasilnya, rata-rata menurunkan lebih dari 18 kg dibanding kelompok yang menghindari makanan manis. Kombinasi protein dan karbohidrat dapat membuat kenyang lebih lama dan menurunkan keinginan mengemil.

6. Tambahkan minyak zaitun

Foto: Thinkstock
Anda akan merasa kenyang dan makan lebih sedikit jika menambah minyak zaitun. Para peneliti di Tehnische Universitat Munchen dan University of Vienna menyarankan hal tersebut setelah membandingkan konsumsi kalori harian dari orang-orang yang makan yogurt diperkaya minyak. Dibandingkan lemak lain seperti lemak susu atau minyak canola, minyak zaitun mengandung jumlah tertinggi dari dua senyawa Hexanal dan E2-Hexenal yang mengurangi penyerapan glukosa di hati. Lebih baik gunakan minyak zaitun Italia dibanding produksi negara lain untuk hasil diet terbaik.

6. Tambahkan minyak zaitun

Foto: Thinkstock
Anda akan merasa kenyang dan makan lebih sedikit jika menambah minyak zaitun. Para peneliti di Tehnische Universitat Munchen dan University of Vienna menyarankan hal tersebut setelah membandingkan konsumsi kalori harian dari orang-orang yang makan yogurt diperkaya minyak. Dibandingkan lemak lain seperti lemak susu atau minyak canola, minyak zaitun mengandung jumlah tertinggi dari dua senyawa Hexanal dan E2-Hexenal yang mengurangi penyerapan glukosa di hati. Lebih baik gunakan minyak zaitun Italia dibanding produksi negara lain untuk hasil diet terbaik.

7. Hentikan pikiran tentang olahraga

Foto: Thinkstock
Pikiran tentang olahraga dapat memicu rasa lapar dan makan berlebih. Sebuah studi di Cornell University menemukan bahwa orang yang mendominasi pikiran dengan rencana olahraga akan mengonsumsi camilan 55 persen lebih banyak dibanding mereka dengan fokus pikirannya pada hal lain. Latihan fisik memang dapat menekan nafsu makan dalam jangka pendek namun memikirkannya dapat memicu otak menginginkan asupan kalori.

7. Hentikan pikiran tentang olahraga

Foto: Thinkstock
Pikiran tentang olahraga dapat memicu rasa lapar dan makan berlebih. Sebuah studi di Cornell University menemukan bahwa orang yang mendominasi pikiran dengan rencana olahraga akan mengonsumsi camilan 55 persen lebih banyak dibanding mereka dengan fokus pikirannya pada hal lain. Latihan fisik memang dapat menekan nafsu makan dalam jangka pendek namun memikirkannya dapat memicu otak menginginkan asupan kalori.
Halaman 2 dari 16
(fit/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads