Sebuah studi menemukan bahwa orang yang diet dua minggu dan berhenti dua minggu, dapat lebih menurunkan berat badan dibandingkan diet selama satu minggu lalu berhenti seminggu kemudian. Hasil studi memperkirakan pendekatan diet on-off dua minggu tersebut dapat menghentikan tubuh dari mencari kompensasi kekurangan kalori sehingga berat badan terus turun.
Studi yang dilakukan oleh peneliti Nuala Byrne dari Bond Institute of Health and Sport di Queensland Australia ini melibatkan 36 pria obesitas yang ingin menurunkan berat badan. Kelompok paartisipan dibagi menjadi dua.
Setengah dari partisipan melakukan diet terus menerus selama 16 minggu. Hasilnya, kalori mereka terpangkas sepertiga dari sebelumnya. Sedangkan sisanya mengikuti pola diet selama dua minggu, berhenti dua minggu dan kemudian melanjutkan dietnya lagi. Meski program berlangsung selama 30 minggu secara keseluruhan, hanya 16 minggu yang dihabiskan untuk diet. Ini juga berlaku untuk kelompok pertama.
Hasil dari program tersebut, kelompok yang melakukan on-off diet, rata-rata menurunkan berat badan lebih dari 12 kg. Jumlah tersebut lebih banyak 55 persen dibanding partisipan yang diet tanpa henti.
Byrne menunjukkan bahwa tingkat metabolisme dan jumlah energi yang dihabiskan tubuh ketika istirahat, penurunanya lebih sedikit pada kelompok yang melakukan on-off diet. Karenanya dapat membantu berat badan tetap turun.
Byrne juga berencana memeriksa apakah diet berselang seperti itu dapat menghentikan tubuh untuk menarik kalori yang hilang, misalnya dengan meningkatkan nafsu makan.
“Mengingat bahwa penurunan berat badan jangka panjang adalah tantangan, kami tertarik untuk menemukan cara- cara mengatasi hambatan biologis dan perilaku dalam menurunkan berat badan.
Hasil dari penelitian kami menyarankan untuk memberi waktu istirahat'agar dapat mengatasi beberapa faktor biologis yang mengurangi efisiensi penurunan berat badan selama diet terus menerus,” jelas Byrne seperti dilansir dari Daily Mail (21/03/2014).
Byrne mengatakan, dia percaya rencana dietnya tesebut memiliki potensi untuk menarik hampir semua orang. Namun ahli gizi independen, Carrie Ruxton, mempertanyakan apakah orang yang berdiet tersebut tetap mau berusaha diet setelah mendapat libur'selama dua minggu.
Ruxton, juru bicara Health Supplements Information Service, mengatakan bahwa orang yang ingin menurunkan berat badan perlu melakukan kebiasaan baik sehingga dapat mempertahankan berat badannya selama bertahun-tahun. Dia merekomendasikan untuk menghilangkan konsumsi alkohol dan cokelat agar mendapat hasil yang baik.
Tahun lalu sebuah survei mengungkapkan bahwa orang berdiet sering mengonsumsi lebih dari setengah asupan kalori mingguannya pada hari Jumat malam sampai Minggu. Menurut jajak pendapat dari perusahaan diet Forza Supplements, hampir tiga perempat orang yang mencoba menurunkan berat badan mengaku sangat menikmati makanan pada akhir pekan.
(dni/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN