Khasiat Cokelat Ternyata Disebabkan oleh Bakteri Baik di Dalam Usus

- detikFood Rabu, 19 Mar 2014 17:32 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Cokelat dianggap sebagai salah satu bahan makanan tersehat di dunia. Kandungan polyphenol disebut menyehatkan jantung dan menurunkan kolesterol. Sebuah studi terbaru menyatakan manfaat itu tidak akan didapat tanpa bantuan bakteri baik dalam usus.

Selama berabad-abad banyak orang menggembar-gemborkan manfaat kesehatan lewat konsumsi cokelat. Mulai dari menyembuhkan infertilitas, letih, dan masalah gigi. Tapi, sejauh ini bukti kandungan cokelat bisa menurunkan tekanan darah hingga risiko penyakit jantung menjadi yang paling dikenal.

Dilansir dari NPR (19/03/2014), peneliti makanan dari Louisiana State University menjelaskan manfaat kesehatan tersebut ternyata dipengaruhi oleh mikroba dalam usus. Laporan ini dipresentasikan di pertemuan American Chemical Society di Dallas, Amerika Serikat.

Dalam bubuk kakao terkandung polyphenols yang bermanfaat untuk mencegah kanker, tapi karena bentuknya termasuk besar polyphenol tidak mudah terserap dalam darah. Pada tahap tersebut, bakteri dalam usus membantu penyerapannya.

“Bakteri baik seperti Bifidobacterium dan bakteri asam laktis mengonsumsi kandungan cokelat. Saat Anda mengonsumsi dark chocolate, bakteri tersebut bertumbuh dan memfermentasikan cokelat, memproduksi kandungan anti inflamasi,” tutur John Finley kepada Science Daily (19/03/2014).

Tim menguji coba tiga bubuk kakao menggunakan alat simulasi saluran pencernaan. Lalu, mereka mengumpulkan sampel kotoran manusia dari mahasiswa untuk melihat fermentasi bakteri anaerobic.

“Dalam studi ini, kami menemukan serat difermentasi dan polyphenolic polymer besar dimetabolisasi hingga menjadi molekul kecil yang mudah diserap. Polymer ukuran kecil ini yang memperlihatkan manfaat anti inflamasi,” tambah John.

John juga menemukan kombinasi serat dalam kakao dengan bahan makanan kaya prebiotik seperti tepung whole wheat bisa meningkatkan kesehatan dan membantu mengubah polyphenol dalam perut menjadi zat anti inflamasi. Ia juga menyarankan konsumsi cokelat dengan buah padat seperti delima dan beri untuk nilai nutrisi lebih.



(fit/odi)