Untuk merasakan manfaat terbaik dari buah dan sayuran, olah dengan benar seperti yang disarankan situs Men's Health (10/02/2014) berikut ini:
1. Brokoli
|
Foto: Thinkstock
|
Benar: mengukusnya
Mengapa?
Menurut studi University of Illinois at Urbana-Champaign, enzim myrosinase yang melepas sulforaphane, senyawa antikanker kuat yang terdapat di sayuran sejenis brokoli dan kembang kol, tak rusak jika dikukus. Berbeda dengan metode memasak lain, mengukus menggunakan panas yang lebih pelan dan rendah.
Kukuslah brokoli selama 3-4 menit untuk merasakan khasiat antikankernya semaksimal mungkin.
2. Strawberry
|
Foto: Thinkstock
|
Benar: memakannya utuh
Mengapa?
Sebuah studi di Brazil tahun 2011 menemukan bahwa strawberry utuh mengandung vitamin C 8-12% lebih banyak daripada yang sudah dipotong. Sebab, vitamin C rusak jika terkena cahaya dan oksigen.
Agar manfaatnya lebih terasa, simpan strawberry utuh di kulkas. Pasalnya, suhu yang sejuk membantu mempertahankan kandungan vitamin C.
3. Red wine
|
Foto: Thinkstock
|
Benar: meminum wine dari botol yang baru dibuka
Mengapa?
Berdasarkan penelitian tahun 2012 di China, ketika red wine dibiarkan terbuka dalam waktu lama (lebih dari 12 jam), asam organik dan polifenolnya rusak. Akibatnya, manfaat red wine seperti mengurangi depresi, meningkatkan testosteron, dan menyehatkan jantung jadi berkurang.
4. Tomat
|
Foto: Thinkstock
|
Benar: memanaskan atau memasaknya
Mengapa?
Menurut studi di British Journal of Nutrition, orang-orang yang banyak memakan makanan mentah (raw foodist) kekurangan lycopene. Sebab, zat yang dapat meningkatkan kadar antioksidan ini bertambah secara signifikan jika tomat dipanaskan.
Masaklah tomat dengan minyak zaitun agar kandungan nutrisinya lebih maksimal. Pasalnya, Anda memerlukan lemak dalam makanan agar tubuh bisa menyerap lycopene dengan baik.
5. Sayuran dan buah beku
|
Foto: Thinkstock
|
Benar: menyantap sayuran dan buah beku
Mengapa?
Banyak orang mengira makanan segar lebih sehat daripada makanan beku. Faktanya, peneliti dari Inggris menemukan bahwa dalam dua dari tiga kasus, buah dan sayuran beku lebih banyak mengandung antioksidan daripada yang segar. Antioksidan tersebut termasuk polifenol, vitamin C, dan betakaroten.
Saat buah dan sayur disimpan, nutrisinya berubah dan mulai rusak. Jadi, lebih baik menyantap buah dan sayur yang dibekukan pada saat matang sempurna daripada buah dan sayur yang sudah berminggu-minggu disimpan tanpa dibekukan.
Halaman 2 dari 6

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN