Makan Enam Kali Sehari Lebih Efektif Jaga Berat Badan

Makan Enam Kali Sehari Lebih Efektif Jaga Berat Badan

- detikFood
Senin, 03 Feb 2014 15:32 WIB
Makan Enam Kali Sehari Lebih Efektif Jaga Berat Badan
Foto: Thinkstock
Jakarta - Jadwal makan harian yang umum adalah tiga kali sehari. Namun, ada beberapa penelitian yang menyebutkan bahwa konsumsi makanan enam kali sehari dapat membuat tubuh lebih ramping. Tiga kali makan dan tiga kali camilan.

Beberapa manfaat yang dikemukakan oleh para ahli nutrisi untuk makan enam kali sehari yang dilansir dalam Times of India (03/02/2014):

Foto: Thinkstock

1. Makan enam kali sehari

Foto: Thinkstock
Menurut Pooja Makhija, selaku Konsultan Gizi dan ahli diet klinis., makan dengan interval yang lebih pendek yaitu enam kali sehari dengan porsi kecil dapat mencegah makan berlebihan dan membantu mempertahankan porsi makan. Jika sedang berdiet untuk menurunkan berat badan tapi cepat lapar Anda dapat menerapkan makan utama tiga kali yaitu pagi, siang dan malam dan sisanya konsumsi camilan sehat seperti buah segar atau salad sayuran.

1. Makan enam kali sehari

Foto: Thinkstock
Menurut Pooja Makhija, selaku Konsultan Gizi dan ahli diet klinis., makan dengan interval yang lebih pendek yaitu enam kali sehari dengan porsi kecil dapat mencegah makan berlebihan dan membantu mempertahankan porsi makan. Jika sedang berdiet untuk menurunkan berat badan tapi cepat lapar Anda dapat menerapkan makan utama tiga kali yaitu pagi, siang dan malam dan sisanya konsumsi camilan sehat seperti buah segar atau salad sayuran.

2. Konsumsi lebih sedikit lemak

Foto: Thinkstock
Makan enam kali sehari lebih baik daripada tiga kali karena dapat meningkatkan metabolisme, mengontrol kadar gula darah dan membantu dalam mengatur berat badan. Menurut Dr Shikha Sharma, jika kita mengonsumsi makanan rendah lemak maka hormon kortisol akan memecah lemak dalam tubuh. Akan tetapi jika kita mengonsumsi makanan dengan tinggi kalori maka kortisol akan di produksi dalam jumlah besar tetapi mengangkut lemak dari bawah kulit jauh di dalam rongga perut. Hal ini dapat meningkatkan risiko penyakit kronis seperti obesitas dan jantung.

2. Konsumsi lebih sedikit lemak

Foto: Thinkstock
Makan enam kali sehari lebih baik daripada tiga kali karena dapat meningkatkan metabolisme, mengontrol kadar gula darah dan membantu dalam mengatur berat badan. Menurut Dr Shikha Sharma, jika kita mengonsumsi makanan rendah lemak maka hormon kortisol akan memecah lemak dalam tubuh. Akan tetapi jika kita mengonsumsi makanan dengan tinggi kalori maka kortisol akan di produksi dalam jumlah besar tetapi mengangkut lemak dari bawah kulit jauh di dalam rongga perut. Hal ini dapat meningkatkan risiko penyakit kronis seperti obesitas dan jantung.

3. Ikuti pola rasa lapar

Foto: Thinkstock
Tubuh kita memiliki ritme alami sendiri untuk menyatakan rasa laparnya. Proses pencernaan melambat setelah matahari terbenam sebagai energi di sisi bumi surut. Jadi semua makanan yang dimakan menjelang malam hari menjadi sulit dicerna. "Makan dengan kesadaran akan melatih otak dan perut mengatur jadwal makan secara alami," tutur Mickey Mehta, dari Holistic Health Guru

3. Ikuti pola rasa lapar

Foto: Thinkstock
Tubuh kita memiliki ritme alami sendiri untuk menyatakan rasa laparnya. Proses pencernaan melambat setelah matahari terbenam sebagai energi di sisi bumi surut. Jadi semua makanan yang dimakan menjelang malam hari menjadi sulit dicerna. "Makan dengan kesadaran akan melatih otak dan perut mengatur jadwal makan secara alami," tutur Mickey Mehta, dari Holistic Health Guru

4. Tubuh terbiasa diberi makan secara berkala

Foto: Thinkstock
Selain makan utama tiga kali sehari, kebanyakan orang sering mengonsumsi makanan di antara jam makan misalnya camilan. Hampir sama seperti pendapat sebelumnya bahwa tubuh kita sebenarnya telah memiliki sinyal sendiri untuk memberi informasi terhadap rasa lapar. Sebaiknya konsumsi makanan ketika kita lapar dan berhenti makan saat kita kenyang. Pendapat ini diungkapkan oleh ahli gizi Rujuta Diwekar selaku selebriti dan penulis.

4. Tubuh terbiasa diberi makan secara berkala

Foto: Thinkstock
Selain makan utama tiga kali sehari, kebanyakan orang sering mengonsumsi makanan di antara jam makan misalnya camilan. Hampir sama seperti pendapat sebelumnya bahwa tubuh kita sebenarnya telah memiliki sinyal sendiri untuk memberi informasi terhadap rasa lapar. Sebaiknya konsumsi makanan ketika kita lapar dan berhenti makan saat kita kenyang. Pendapat ini diungkapkan oleh ahli gizi Rujuta Diwekar selaku selebriti dan penulis.
Halaman 2 dari 10
(dni/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads