Mana yang Lebih Efektif Turunkan Berat Badan, Diet Rendah Lemak atau Rendah Kalori?

- detikFood Kamis, 09 Jan 2014 12:48 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Untuk menurunkan berat badan banyak pilihan diet. Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Di tahun 2013, diet Okinawa dan diet paleo menjadi diet yang paling populer. Juga diet rendah lemak dan rendah kalori. Mana yang paling efektif?

Penulis buku The Portion Teller Plan, Lisa Young, Ph.D. mengungkapkan diet rendah kalorilah yang lebih efektif. “Pada akhirnya, usaha penurunan berat badan adalah tentang asupan kalori. Semakin sedikit asupan kalori harian Anda makan berat badan juga akan segera turun,” ujar Young seperti diberitakan Womens Health (09/02/2014).

Lalu bagaimana dengan diet rendah lemak? Walau diet ini terdengar baik, namun jenis makanan yang dikonsumsi terkadang masih tinggi gula sehingga membuat jumlah kalori bertambah. Menurut Young, produsen sering kali mengganti kandungan lemak dengan gula untuk membuat rasanya enak.

Hal ini berarti makanan tersebut dikatakan rendah lemak namun tidak rendah kalori. “Sekitar 500 gram yogurt beku rendah lemak, misalnya, bisa mengandung 500 kalori. Jumlah ini bisa membuat usaha diet Anda sia-sia,” jelas Young.

Tak selamanya diet rendah lemak buruk untuk tubuh. Jika Anda mengonsumsi lemak baik, yaitu lemak tak jenuh tunggal, maka berat badanpun bisa berangsur turun. Young menuturkan, “Lemak yang baik misalnya kacang-kacangan, alpukat, dan salmon yang bisa membuat Anda kenyang seharian.”

Jangan lupa perhatikan porsi makanan Anda. Walau tergolong lemak sehat, tetap saja makanan tersebut padat kalori.

(fit/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com