Dr. Brian Wansink dari Cornell University dan Dr. Ellen van Kleef dari Wageningen University mempelajari hubungan antara makan malam keluarga dan BMI anak mereka. BMI adalah ukuran lemak tubuh yang dihasilkan dari membandingkan berat dan tinggi badan.
Untuk studi ini, tim peneliti merekrut 190 orangtua untuk menyelesaikan survey yang menanyakan kebiaasan makan keluarga selama waktu makan. Pertanyaan yang harus dijawab seperti berapa kali mereka mengobrol tentang hari mereka sambil makan selama minggu. Setelah itu, tim peneliti mencatat tinggi dan berat badan orangtua serta anak-anak mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tim peneliti juga menemukan orang tua dan anak laki-laki yang masih duduk setelah semua orang selesai memiliki BMI lebih rendah. Selain itu, orang dewasa yang mengobrol tentang hari mereka saat makan malam memiliki berat badan lebih rendah daripada yang tidak mengobrol.
“Yang patut digarisbawahi dari studi ini adalah pentingnya aspek sosial dari membagi makanan sebagai keluarga pada BMI, karena menonton TV terhubung dengan BMI lebih tinggi pada orang tua, interaksi ini bisa mencegah makan berlebih dan lebih banyak perasaan positif,” tutur Brian.
Tim peneliti menyarankan jika ingin menjaga berat badan sehat, makan malam yang interaktif akan lebih membantu jika dilakukan bersama keluarga.
“Langkah awal yang baik adalah makan bersama dan TV mati lalu menanyakan anak-anak kabar mereka hari itu,” tambah Brian. Hasil penemuan ini dipublikasikan di jurnal Obesity.
(dni/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN