Ulasan Khusus: Telur

Apa Bedanya Telur Ayam Kampung dan Negeri?

- detikFood Selasa, 26 Nov 2013 09:56 WIB
Foto: uniknation
Jakarta - Sejak dulu, telur menjadi bahan makanan terpenting dalam diet masyarakat dunia. Telur yang kaya protein mempunyai dua varian di Indonesia yaitu telur ayam kampung dan telur ayam negeri atau ras. Apa perbedaannya?

Berdasarkan nama, telur ayam kampung atau ayam bukan ras berasal dari ayam yang berkembang biak dan tumbuh secara liar. Jenis ayam ini mengonsumsi makanan dari alam seperti bijian, serangga dan ulat. Sementara, ayam negeri atau leghorn atau horn atau ayam ras adalah hasil perkembang biakan dari peternakan dan diberi pakan yang sudah diberi vitamin dan nutrisi lain.

Berbeda jenis ayam, berbeda pula ciri telur yang dihasilkan. Telur ayam kampung mempunyai berat sekitar 26,27 gram sampai 55,4 gram dengan ukuran lebih kecil dibandingkan telur ayam negeri. Karena telur ayam kampung jumlahnya tak banyak, harganya pun jauh lebih mahal dari ayam negeri.

Untuk warna cangkangnya, telur ayam kampung mempunyai warna cenderung lebih putih dengan sentuhan warna kren. Telur ayam negri mempunyai ukuran besar dengan tekstur cangkang yang relatif kasar dan berwarna cokelat gelap.


Perbedaan pakan keduanya pun punya andil dalam kandungan nutrisi didalamnya. Dalam 100 gram telur ayam negeri mengandung energi sebesar 154 kkal, protein 12,4 gram, karbohidrat 0,7 gram, lemak 10,8 gram, kalsium 86 miligram, dan zat besi 3 miligram.

Selain itu di dalam telur ayam negeri juga terkandung vitamin A sebanyak 200 IU dalam vitamin B1 0,12 miligram. Sementara, telur ayam kampung mengandungenergi 149 kkal, protein 12.49 g, lemak 10.02g, karbohidrat 1.22 g, dan vitamin A 635 IU.

Karena kandungan protein yang lebih tinggi, telur ayam kampung biasa digunakan sebagai campuran jamu, salah satu olahan yang paling populer adalah STMJ (Susu Telor Madu Jahe. Juga digemari sebagai bahan utama pembuat kur klasik seperti lapis legit atau lapis Surabaya. Sedangkan telur ayam negeri paling banyak digunakan untuk membuat kue dan biskuit karena harganya lebih terjangkau.


(dni/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com