Wanita Ini Dikritik Karena Jalani Diet Ekstrim Saat Hamil

Wanita Ini Dikritik Karena Jalani Diet Ekstrim Saat Hamil

- detikFood
Rabu, 20 Nov 2013 09:22 WIB
Foto: The Daily Meal
Jakarta - Saat hamil kebutuhan zat gizi ibu dan janin harus prima. Kekurangan zat gizi bisa sebabkan bayi lahir prematur atau berat bayi lahir rendah. Seolah tidak peduli dengan janinnya, seorang wanita asal Australia memilih tetap menjalani diet frutarian ekstrim.

Loni Jane Anthony mengungkapkan dalam blog pribadinya yaitu Aleven: 11, terkadang ia hanya makan 20 pisang dalam satu hari. Sebelumnya selama tiga tahun terakhir, Anthony menjalani pola diet β€œDoug Graham 80/10/10.” Ia mengonsumsi 80 persen karbohidrat, 10 persen lemak, dan 10 persen protein.

β€œSaya mengubah pola diet dari 80/10/10 menjadi frutarian ekstrim,” ujar Anthony seperti diberitakan Delish (19/11/2013). Anthony rupanya puas dengan hasil diet tersebut dan sering mengunggah foto perut yang sedang hamil dalam Instagram pribadinya yang memiliki lebih dari 100 ribu followers.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berita tentang diet ekstrim yang dijalani Anthony memicu kontroversi. Banyak pihak menuduh Anthony membuat anaknya kelaparan bahkan sebelum ia dilahirkan ke dunia. Beberapa komentar yang muncul adalah, β€œKekurangan gizi selama kehamilan bukanlah hal main-main. Apa yang ia makan hanya mengandung 1.000 kalori per hari. Inilah yang disebut kekurangan gizi.”

Menanggapi hal ini Anthony berkilah, β€œRespon negatif tidak membuat saya berubah karena orang-orang yang mengkritik belum mencoba dan tidak memiliki pengetahuan cukup tentang hal ini.”

Selain pisang, Anthony juga mengonsumsi berbagai buah dan sayur yang dikombinasikan dengan lemak sehat dan protein, seperti yogurt kelapa, hemp seeds, alpukat, biji chia, sup miso, rumput laut, dan kubis.

Tidak semua pihak kontra terhadap apa yang dijalani Anthony. Australian Medical Association mengatakan, β€œRacun utama bagi janin adalah tembakau dan alkohol. Jika seorang ibu sudah menghindari keduanya, seharusnya diberi selamat,” ujar presiden Steve Hambleton.

Sebelum menjalani diet frutarian ekstrim, Anthony mengaku dirinya seorang peminum alkohol berat. Ia pecaya, bukan hanya mengubah bentuk tubuh, perubahan diet juga mempengaruhi kepribadiannya.

β€œSaya menjadi seseorang yang lebih membumi dan terkoneksi dengan diri sendiri dan lingkungan. Saya melihat segala sesuatu lebih jelas. Saya merasa sangat berbeda dan memiliki banyak hal yang bisa diberikan pada dunia dan orang-orang di sekitar saya,” ujar Anthony.

(dni/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads