Namun, sebaiknya jangan pakai tas tersebut untuk membawa daging atau sayuran yang masih mengandung tanah. Pasalnya, menurut Hugh Pennington, profesor bakteriologi di University of Aberdeen, Skotlandia, bakteri di tas bisa berpindah ke makanan lain.
"Daging mentah harus menggunakan kantung plastik. Jangan pakai tas kain, bahkan jika daging dibungkus sekalipun. Pasalnya, bagian luar kemasannya membawa bakteri," ujar Pennington. Ia menekankan bahwa daging mentah harus dipisahkan dari belanjaan lain, terutama makanan tak terbungkus yang dimakan mentah-mentah seperti buah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagaimana jika tas kainnya dicuci setelah dipakai membawa daging mentah? "Tas kain sulit dibersihkan. Jika tampilannya jelek, harus segera dibuang. Tak semua bakteri hilang hanya dengan dicuci," jelas Pennington. Semprotan antibakteripun menurutnya tak cukup membunuh bakteri dari daging mentah.
Menurut Daily Mail (28/10/13), Pennington berkomentar setelah hasil studi University of Pennsylvania, Amerika Serikat diumumkan. Dikatakan bahwa sejak San Fransisco melarang penggunaan kantung plastik pada 2007, jumlah orang yang dirawat di rumah sakit dan meninggal dunia akibat penyakit bawaan makanan naik hampir dua kali lipat.
Profesor Jonathan Klick dari University of Pennsylvania menemukan bahwa 8% tas belanja yang digunakan berulang-ulang mengandung E.coli. Selain itu, 97% orang mengaku tak pernah mencuci tas tersebut.
"Riset keamanan pangan telah menunjukkan bahwa banyak tas yang bisa dipakai berulang-ulang sebenarnya mengandung bakteri berbahaya," kata Klick.
(dni/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN