Kol Lindungi Tubuh dari Efek Terapi Radiasi untuk Kanker

Kol Lindungi Tubuh dari Efek Terapi Radiasi untuk Kanker

Fitria Rahmadianti - detikFood
Jumat, 18 Okt 2013 13:37 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Terapi radiasi adalah salah satu cara menyembuhkan kanker. Bagaimanapun juga, terapi ini memiliki efek samping mulai dari mual sampai kemandulan. Ternyata, tingkat keparahannya bisa dikurangi dengan rajin mengonsumsi kol.

Sayuran seperti kol, kembang kol, dan brokoli mengandung zat DIM (3,3'-diindolylmethane) yang selama bertahun-tahun telah dikenal berkhasiat mencegah kanker. Namun, baru-baru ini ilmuwan menemukan bahwa DIM juga bisa berfungsi sebagai pelindung dari radiasi.

Peneliti dari Georgetown Lombardi Comprehensive Cancer Centre di Amerika Serikat melakukan percobaan dengan tikus yang menerima radiasi sinar gamma dalam dosis mematikan. Hewan tersebut kemudian disuntik DIM setiap hari selama dua minggu, 10 menit setelah eksposur radiasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Dr. Eliot Rosen, salah satu peneliti, hasilnya menakjubkan. "Seluruh tikus yang tak diberi DIM mati, tapi lebih dari setengah hewan yang diberi DIM tetap hidup selama 30 hari setelah terpaan radiasi," ujarnya, seperti dilansir Daily Mail (14/10/13).

Rosen menambahkan, DIM juga memberikan perlindungan, baik ketika suntikan pertama diberikan 24 jam sebelum, maupun 24 jam sesudah terpaan radiasi.

Selain itu, penurunan sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit tikus yang diradiasi namun diberi DIM tak begitu banyak. Padahal, inilah efek samping yang sering terlihat pada pasien yang menjalani terapi radiasi untuk kanker.

Rosen mengatakan bahwa studi ini menunjukkan dua potensi penggunaan DIM. "DIM dapat melindungi jaringan normal pada pasien yang menjalani terapi radiasi kanker, juga melindungi individu dari konsekuensi mematikan dari bencana nuklir," katanya terkait riset yang dimuat di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences ini.

(fit/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads