Saat sedang berdiet, biasanya kita sibuk menghitung kalori makanan dan minuman yang dikonsumsi. Juga menahan diri untuk menyantap makanan atau minuman favorit. Hati-hati karena hal ini justru bisa membuat kita bodoh!
Profesor ekonomi dari Harvard, Sendhil Mullainathan, mengatakan bahwa obsesi menghitung kalori dan menahan ngidam bisa menyumbat otak. Hal ini bisa berdampak negatif pada kemampuan kita mengerjakan berbagai tugas yang ia kelompokkan dengan istilah bandwidth, yakni mencari alasan logis, mengatasi masalah, dan menyerap informasi baru.
Selain itu, seperti dilansir Daily Mail (25/09/13), aspek lain yang memengaruhi bandwidth adalah harus menentukan apa yang bisa ditukar. Contohnya adalah memikirkan apakah jika ngemil cookies berarti kita harus tidak makan appetizer saat makan malam Pada tahun 2005, studi yang dimuat di International Journal of Eating Disorders meneliti cara berbeda yang dilakukan orang yang berdiet dan tidak dalam bereaksi terhadap konsumsi cokelat batangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, riset yang dimuat pada Januari 2010 menemukan bahwa orang yang menjalankan diet Atkins (tidak mengonsumsi karbohidrat) cenderung lebih lama bertahan dibanding orang yang dietnya rumit seperti Weight Watchers.Kesimpulan studi tersebut, persepsi tentang kompleksitas aturan diet adalah faktor terkuat terkait tingginya risiko berhenti dari program diet yang banyak menuntut secara kognitif.
Dengan kata lain, jika ingin berdiet dalam jangka panjang, pertimbangkanlah kerumitan aturan diet yang akan dijalankan. Fenomena ini ditulis oleh Mullainathan dan Profesor Eldar Shafir dari Princeton University dalam buku 'Scarcity: Why Having Too Little Means So Much'.
(dni/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN