Sebagian orang yang alergi terhadap susu sapi, umumnya mengonsumsi susu kedelai sebagai penggantinya. Susu yang terbuat dari sari kedelai ini punya rasa dan tekstur yang khas. Bisa dikonsumsi panas atau dingin, bahkan susu berprotein nabati ini banyak dijual di pasaran.
Tak hanya orang dewasa, susu kedelai juga bisa dikonsumsi oleh anak-anak. Biasanya susu kedelai dianjurkan untuk dikonsumsi anak yang intolerance terhadap laktosa atau kasein. Guna memenuhi asupan nutrisi harian yang menunjang pertumbuhan dan perkembangannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti dilansir www.fitday.com, protein pada susu kedelai juga bisa menimbulkan reaksi alergi. Gejala alerginya seperti gatal-gatal, bengkak dan diare. Bahkan bisa juga mengalami gejala yang serius seperti kesulitan bernapas yang bisa mengancam jiwa.
Meski begitu, susu kedelai berbeda dengan susu sapi yang mengandung lemak jenuh dan kolesterol yang bisa meningkatkan risiko pembentukan plak dan penyakit jantung. Susu kedelai justru mengandung lemak sehat tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda yang efektif mengurangi kadar kolesterol darah.
Susu kedelai juga mengandung phytosterols yang merupakan suplemen alami untuk menurunkan kolesterol jahat dan juga meningkatkan fungsi jantung. Beberapa penelitian juga menunjukkan, rutin minum susu kedelai dapat menurunkan risiko stroke dan aterosklerosis.
Untuk yang ingin menurunkan berat badan, susu kedelai bisa jadi pilihan. Pasalnya secangkir susu kedelai hanya mengandung sekitar 80 kalori. Juga mengandung serat yang tidak ditemukan dalam susu lainnya. Kandungan seratnya membuat susu kedelai terasa lebih mengenyangkan dan ampuh menekan nafsu makan.
(dyh/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN