Atasi Radang Sendi Dengan Rutin Makan Brokoli

- detikFood Kamis, 29 Agu 2013 17:01 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Sayuran hijau yang satu ini tak diragukan lagi manfaatnya. Mengandung vitamin C, asam folat dan serat. Juga mengandung senyawa sulforaphane, sebagai zat anti kanker. Sebuah penelitian menemukan jika brokoli juga ampuh atasi radang sendi.

Penyakit yang menyerang radang persendian bisa dialami siapa saja. Seperti osteoarthritis yang merupakan penyakit persendian yang disebabkan oleh kerusakan tulang rawan dan persendian. Biasanya sering dirasakan anggota tubuh bagian tangan, kaki tulang belakang, pinggul dan lutut.

Gejala terkena penyakit arthritis yang umum dirasakan adalah nyeri dan rasa kaku pada anggota tubuh. Jika rasa nyeri ini berlanjut akan merusak tulang rawan dan tulang sendi. Namun jangan khawatir, pasalnya gejala ini bisa dikurangi dengan senyawa sulforaphane.

Sebuah penelitian baru berhasil mengungkapkan cara mengatasi penyakit arthritis yang alami. Untuk membuktikannya, tim peneliti melibatkan beberapa tikus percobaan. Tiap tikus diberikan sayuran hijau yaitu brokoli yang mengandung senyawa sulforaphane.

Hasilnya, senyawa ini efektif mengatasi gejala nyeri sendi atau arthritis. Bahkan hasil penelitian ini pun telah diterbitkan dalam jurnal Arthritis and Rheumatism.

Seperti dilansir WebMD, para tim peneliti dari University of East Anglia di Inggris, mengatakan bahwa studi sebelumnya telah membahas efek senyawa sulforaphane yang bersifat sebagai anti-kanker dan anti-inflamasi. Pada studi kedua, tim peneliti menghubungkan senyawa ini dengan kesehatan pada persendian.

Selain menggunakan tikus percobaan, tim peneliti juga membuktikannya pada pasien osteoarthritis yang harus menjalani operasi pada lututnya. Para responden berharap jika penelitian ini akan berhasil mengurangi dan mengatasi osteoarthritis, fungsi sendi dan rasa nyeri.

Sebanyak 40 orang responden diberikan brokoli selama dua minggu yang banyak mengandung sulforaphane. Pemberian brokoli ini dilakukan sebelum pasien menjalankan operasi pada lututnya.

Setelah operasi dilakukan, ternyata pemberian brokoli tidak terlalu berpengaruh. Meski rasa nyeri menjadi berkurang usai menjalankan operasi. Namun pencegahan terkena penyakit ini akan lebih baik lagi jika melakukan perubahan gaya hidup seperti menjalankan diet sehat.

(dyh/odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com