Sebuah studi di Journal of Clinical Investigation menunjukkan bahwa ada gen yang membuat orang tak merasa kenyang meski sudah makan. Gen bernama FTO tersebut juga membuat mereka ngidam makanan manis dan berlemak.
Tim peneliti dari Inggris menanyai beberapa pria muda dengan atau tanpa gen FTO untuk menilai tingkat lapar mereka sebelum dan setelah makan. Sampel darah peserta juga diuji ghrelinnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah itu, para sukarelawan diperlihatkan gambar berbagai makanan setelah mereka makan. Peneliti menanyakan seberapa menggiurkan makanan tersebut. Ternyata, meski sudah makan, mereka yang memiliki gen FTO merasa bahwa cake, pastry, keripik, dan burger sangat menggoda.
Saat otak para peserta yang memiliki gen FTO discan (MRI), terlihat bahwa bayangan tentang makanan berlemak dan manis membuat otak menyala lebih terang.
Ada 16% dari populasi yang memiliki dua salinan DNA gen FTO. Mereka 70% berisiko obesitas dibanding yang tak memiliki gen FTO. Pasalnya, mereka mengonsumsi 200 kalori ekstra sehari dan hampir tiga kg lebih berat dibanding rata-rata orang. Dietpun cenderung gagal pada orang-orang ini.
Bahkan, mereka yang hanya memiliki satu salinan DNA gen FTO (sekitar 49% dari populasi) 30% berisiko obesitas. Menurut Dr Rachel Batterham dari University College London yang mengepalai studii ini, beberapa orang memang terprogram secara biologis untuk makan banyak.
"Tak hanya memiliki kadar ghrelin yang lebih tinggi dan merasa lebih lapar, otak mereka juga merespon secara berbeda kepada ghrelin dan gambar makanan," katanya, seperti dilansir Daily Mail (15/07/13).
Gen FTO sebenarnya telah ditemukan beberapa tahun lalu. Penelitipun tahu bahwa gen ini membuat orang gemuk, namun mereka tak memahami mekanismenya. Kini, para ilmuwan tahu bahwa gen tersebut menyebabkan orang terus lapar, sehingga temuan ini bisa dimanfaatkan untuk mengatasi obesitas.
(dyh/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN