Warga Qatar Dirawat di RS Akibat Makan Berlebihan Saat Buka Puasa

Warga Qatar Dirawat di RS Akibat Makan Berlebihan Saat Buka Puasa

- detikFood
Selasa, 16 Jul 2013 15:15 WIB
Foto: Arabia MSN
Jakarta - Di bulan puasa jutaan muslim di dunia berpuasa untuk menahan hawa nafsu, termasuk makan dan minum. Hal ini nampaknya tidak terjadi pada sebagian warga Qatar. Banyak warga Qatar justru harus dirawat di rumah sakit akibat makan berlebihan saat berbuka puasa.

Rumah sakit di Qatar kini menangani lebih dari 15 kasus akibat makan berlebihan di malam hari. Seperti dilansir iFood TV (12/07/2013), Para pasien mengeluhkan mual, karena perut mereka tidak bisa menerima asupan makanan berlebih setelah 12 jam berpuasa.

Sebenarnya tradisi di Qatar saat berbuka puasa adalah menyantap makanan ringan, seperti segelas jus buah dan buah kurma. Sayangnya, anak-anak muda di Qatar memilih berbuka puasa di luar rumah dengan menu daging, nasi, roti, atau aneka kue yang mengandung banyak gula. Pemilihan makanan ini menyebabkan sakit perut, muntah, dan dehidrasi yang cukup parah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dokter menyarankan agar mengonsumsi makanan yang mudah dicerna, seperti buah, salad, atau yoghurt saat berbuka puasa. Para dokter juga menginginkan agar masyarakat Qatar paham mengenai jenis makanan yang baik dan buruk untuk dikonsumsi selama berpuasa.

Penyakit lambung juga sering terjadi saat bulan puasa akibat penyimpanan makanan yang tidak sesuai dengan kapasitas lambung. Selain itu, cuaca panas ekstrim dan dehidrasi juga menyebabkan penyakit kolik ginjal.

Sementara itu, UN Report menunjukkan bahwa Qatar dan negara-negara di wilayah Teluk termasuk dalam area paling gemuk di dunia. Lebih dari 50 persen orang Kuwait mengalami obesitas dan perlu mengurangi konsumsi makanan, tidak hanya selama bulan suci Ramadan, tetapi sepanjang tahun.

(flo/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads