Sebuah penelitian di Amerika Serikat sempat menyatakan bahwa buah kalengan ternyata lebih bernutrisi daripada buah segar. Namun, hal ini ternyata tidak disetujui oleh Dr. Ryan Thamrin selaku seksolog dan ahli nutrisi.
βStandar bahwa studi tersebut valid jika sudah diuji kepada 300 orang. Jika disuruh membandingkan antara buah kalengan dengan buah segar, dalam soal nutrisi buah segarlah yang paling menang,β tutur Dr. Ryan kepada DetikFood saat ditemui di Rumah Maroko pada Sabtu (28/06/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Buah dengan ukuran besar seperti pepaya seringkali tidak bisa dihabiskan dalam satu kali makan, untuk menjaga kesegarannya banyak yang menyimpan sisanya dalam kulkas. Padahal hal tersebut bisa mengurangi nutrisi dalam buah tersebut. Beberapa varian buah yang kecil sehingga sekali makan habis bisa jadi alternatif lebih baik.
Jika bosan dengan menyantap buah segar utuh terus menerus, berbagai variasi olahan buah juga bisa dikonsumsi. Tapi, perlu diperhatikan tambahan bahan-bahan dan cara pengolahannya. Secara garis besar dikatakan terdapat tiga tahap proses olahan yaitu buah segar, blender dan juicing.
βPermasalahannya disini adalah kandungan seratnya, kalo dari kalori sudah oke. Karena serat, kita berbicara tentang manfaatnya terhadap tingkat kolesterol LDL tubuh. Buah yang diolah dengan cara juicing itu seratnya sudah sedikit sekali,β tambahnya.
Selain itu, proses juicing yang melewati proses penyaringan ini menyebabkan mikro nutrisi buah menjadi tidak bagus. Gula dalam buah akan berubah menjadi gula sederhana yang nantinya dicerna menjadi karbohidrat.
(flo/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN