Studi terbaru yang dilakukan oleh Harvard School of Public Health ini melibatkan 317 ibu dengan anak kondisi autis dan 17.728 ibu dengan anak tanpa kondisi autis. Lewat kuisioner, partisipan menjawab pertanyaan mengenai asupan makanan mereka.
Tim peneliti menegaskan 5.884 wanita dalam studi menyelesaikan kuisioner saat kehamilan, sementara lainnya satu tahun setelah hamil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam hasil yang dipublikasikan American Journal of Epidemiology, wanita yang mengonsumsi asam linoleic, tipe asam lemak omega 6 yang ditemukan dalam minyak sayur, kacang-kacangan, dan bijian, punya risiko lebih rendah hingga 34 persen melahirkan anak dengan kondisi autis. Hasil ini bertolak belakang dengan wanita yang mengonsumsi nutrisi tersebut dalam tingkat lebih rendah.
Selain omega 6, manfaat baik juga terlihat pada konsumsi asam lemak omega-3. Wanita yang tingkat konsumsi omega-3 nya rendah, berisiko 53 persen melahirkan anak dengan kondisi autis daripada wanita yang mengonsumsi nutrisi tersebut dalam jumlah rata-rata.
βPenjelasan mengenai hubungan ini masih belum diketahui, tapi tipe asam lemak baik ini telah terbukti penting untuk perkembangan otak janin,β tutur tim peneliti kepada Live Science (02/07/2013). Persediaan asam lemak pada ibu hamil digunakan oleh janin menjelang masa akhir kehamilan yang dibutuhkan saat satu hingga dua bulan setelah bayi lahir.
The March of Dimes merekomendasikan bahwa wanita hamil harusnya mengkonsumsi sekitar 200 ml (0,0007 ons) asam lemak omega 3 Docosahexaenoic acid (DHA) per hari. Dimana dalam 141 gram salmon mengandung sekitar 2.100 mg DHA.
(flo/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN