Persepsi Terhadap Penyebab Obesitas Picu Konsumsi Makanan Berlebih

Persepsi Terhadap Penyebab Obesitas Picu Konsumsi Makanan Berlebih

- detikFood
Kamis, 20 Jun 2013 11:39 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Dua faktor utama obesitas yang utama adalah makan berlebihan dan kurang olahraga. Sebuah penelitian yang dilakukan di lima negara ingin membuktikan kepercayaan masing-masing individual tehadap dua faktor utama tersebut berperan terhadap obesitas.

Tim peneliti terdiri dari Brent McFerran dari Ross School of Business di University of Michigan, Amerika Serikat dan Anirban Mukhopadhyay dari Hong Kong University of Science and Technology. Melalui survei online awal, mereka menemukan masyarakat percaya pada salah satu dari dua faktor utama obesitas.

β€œTerlihat batasan yang jelas, beberapa orang percaya obesitas disebabkan oleh pola makan yang buruk. Sementara lainnya percaya obesitas disebabkan kurang olahraga. Faktor genetis malah berada di peringkat ketiga,” tutur Brent kepada Science Daily (20/06/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Brent dan Anirban ingin menggali lebih jauh untuk melihat apakah pola pikir tersebut bisa direplikasi dan melihat pengaruhnya terhadap pola makan dan sikap masing-masing individu. Mereka melakukan serangkaian studi di tiga benua dan di lima negara.

Data dari pasrtisipan di Korea, Amerika Serikat, dan Perancis menunjukkan pola secara keseluruhan yang serupa. Orang yang beranggapan bahwa diet adalah faktor utama obesitas mempunyai body masss index (BMI) lebih rendah daripada yang beranggapan penyebab obesitas adalah kurang olahraga.

Tim peneliti percaya hubungan antara kepercayaan orang dan tingkat BMI mereka berkaitan dengan tingkat konsumsi makanan. Studi dengan partsipan Kanada dan Hong Kong menunjukkan mereka yang percaya obesitas disebabkan kurangnya olahraga, mengonsumsi cokelat lebih banyak daripada memilih faktor diet.

Hasil penemuan yang diterbitkan dalam Psychological Science ini membuktikan kepercayaan sehari-hari kita terhadap obesitas bisa berpengaruh pada pola makan dan berat tubuh. Penelitian ini didukung oleh Social Sciences and Humanities Research Council of Canada dan Hong Kong Research Grants Council Grant.

(dyh/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads