Konsumsi 3 Kaleng Diet Soda Setiap Hari Sebabkan Gigi Rusak?

Konsumsi 3 Kaleng Diet Soda Setiap Hari Sebabkan Gigi Rusak?

- detikFood
Minggu, 26 Mei 2013 12:03 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Satu lagi alasan untuk membuktikan konsumsi diet soda juga bisa berefek buruk untuk kesehatan. Sebuah studi terbaru menyatakan konsumsi diet soda bisa merusak gigi sama seperti konsumsi obat-obatan terlarang.

Sebuah hasil penelitian baru-baru ini dipublikasikan di journal General Dentistry. Tim peneliti menemukan bahwa wanita berumur 30 tahun yang meneguk 2 liter diet soda setiap harinya selama tiga hingga lima tahun menderita kerusakan gigi yang mirip dengan para pecandu obat-obatan.

"Saat kami membandingkan gigi pecandu dan orang yang mengonsumsi diet soda terlalu banyak, sangat mengejutkan bahwa kerusakan yang terjadi pada gigi mereka hampir sama," tutur Dr. Mohamed Bassiouny, professor of restorative dentistry di Temple University School of Dentistry, Philadelphia, Amerika kepada Health Day (26/05/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Soda diet dan reguler sangat tinggi kandungan asam, sama seperti obat-obatan seperti methamphetamine. Jika ditambah dengan kebersihan gigi yang minim, kandungan asam dalam soda bisa memicu kerusakan dan pembusukan gigi.

Partisipan wanita yang mengonsumsi banyak soda dalam studi ini mengakui tidak mengunjungi dokter selama bertahun-tahun, banyak dari giginya sudah terlalu rusak dan keropos. Gambar gigi partisipan ini dibandingkan dengan gigi para pencandu.

Pecandu berumur 29 tahun dalam studi ini dilaporkan mengonsumsi methamphetamine selama 3 tahun dan dua hingga tiga kaleng soda per hari. Sementara, wanita berumur 51 tahun telah menjadi pecandu selama 18 tahun. Semua gigi ketiga partisipan ini perlu dicabut karena sudah terlalu rusak.

Namun, hal ini langsung disanggah oleh The American Beverage Association, sebagai perwakilan perusahaan minuman. "Dua wanita dalam studi ini tidak menerima perawatan gigi selama lebih dari 20 tahun. Sedangkan merujuk konsumsi soda sebagai faktor utama kerusakan gigi dan membandingkannya dengan pecandu belum bisa diterima," kata juru bicara The American Beverage Association.

(fit/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads