Kini Konsumsi Soda Bisa Diketahui dari Analisis Helai Rambut

Kini Konsumsi Soda Bisa Diketahui dari Analisis Helai Rambut

- detikFood
Selasa, 21 Mei 2013 17:22 WIB
Foto: Raw Story
Jakarta -

Angka penderita obesitas yang semakin meningkat membuat banyak orang tua di Amerika Serikat membatasi konsumsi minuman soda anaknya. Untuk mengetahui jumlah soda yang sudah diminum, biasanya orang tua menanyakannya pada anak mereka.

Jawaban mereka belum tentu tepat, karena anak-anak bisa berbohong atau lupa jumlah soda yang telah mereka minum. Hal ini menjadi tantangan bagi para peneliti yang mempelajari hubungan antara minuman manis dan obesitas.

Sebuah studi dalam Journal of Nutrition menjelaskan, untuk mengetahui konsumsi minuman manis seseorang, peneliti bisa menganalisis potongan helai rambut atau sampel darah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peneliti dari University of Alaska, Diane O’Brien dan rekan-rekannya telah menggunakan analisis isotop karbon untuk mengembangkan alat ukur mereka. β€œKami mengisolasi karbon rasio isotop dalam molekul tertentu,” jelas O’Brien. Molekul yang dimaksud adalah asam amino alanin yang bisa menangkap karbon dari gula.

Ketika seseorang mengonsumsi minuman manis atau soda, karbon C-13 akan β€˜dibawa’ alanin dan masuk ke dalam protein. Bila karbon C-13 banyak ditemukan dalam tubuh seseorang, berarti ia telah mengonsumsi banyak minuman manis.

Dengan teknik ini, O’Brien mengatakan, Anda bisa menangkap gambaran konsumsi gula seseorang dalam jangka panjang. Cara ini terbukti lebih efektif dibanding dengan analisis sampel urin yang hanya menggambarkan konsumsi gula seseorang dalam satu hari saja.

Menurut Dale Schoeller, peneliti dari University of Wisconsin, teknik ini akan sangat membantu para peneliti dalam mempelajari epidemi obesitas.

β€œIni akan menjadi langkah besar dalam penyelesaian kontroversi atas peran asupan pemanis berkalori dalam perkembangan obesitas,” ujar Schoeller.

Di sisi lain, peneliti obesitas dari UNC-Chapel Hill, Bary Popkin mengungkapkan keraguannya. β€œIni mungkin berguna,” ujarnya. Kelemahan terbesar dari teknik ini adalah biayanya yang mahal.

(flo/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads