Konsumsi teh memang sudah menjadi tradisi masyarakat Sri Lanka. Sejak tumbuhan teh Camellia Sinensis pertama kali dibawa tahun 1849, industri teh berkembang menjadi eksport utama. Tahun lalu, eksport teh menambah $1,5 juta ke pendapatan negara.
Untuk meningkatkan kelas minuman teh, para pelaku industri teh di Sri Lanka kini menonjolkan kandungan afrodisiak teh Ceylon. Untuk satu kaleng premium Ceylon dengan berat 60 gram dijual $350 atau sekitar Rp 3.411.000.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belum ada bukti bahwa kandungan Ceylon bisa meningkatkan libido. Varian teh ini dikenal sebagai white tea berkualitas tinggi dengan daun teh berwarna emas dan perak yang sangat populer di kalangan pebisnis dari China dan Saudi Arabia.
Fernando menjelaskan satu cangkir teh ini tidak hanya baik untuk kesehatan seksual, namun juga untuk kekebalan tubuh dan sirkulasi darah. Karena teh ini mengandung polyphenols, flavonid, dan anti oksidan yang dikenal bisa meningkatkan sistem imunitas dan sirkulasi darah.
Selain HVA Foods, pembuat teh Herman Gunaratne juga mempromosikan kandungan afrodisiak teh dalam produknya bernama teh βvirgin whiteβ. Nama tersebut merujuk pada proses pembuatannya yang tidak tersentuh tangan manusia. Varian ini dijual dalam kemasan 20 gram di Mariage Freres Tea Emporium, Paris seharga $88 atau sekitar Rp 857.000.
βVirgin white tea saya mengandung 10,11 persen antioksidan yang berarti kandungan dalam teh ini paling tinggi di antara teh lainnya. Ketika kesehatan Anda secara keseluruhan meningkat, kesehatan seksual otomatis meningkat,β tutur Gunaratne.
The Sri Lanka Tea Board juga mulai melakukan kampanye pemasaran internasional dengan mempromosikan manfaat kesehatan teh kualitas tinggi. βBaru-baru ini 42-43 persen Ceylon diekspor dalam paket kurang dari tiga kilogram, tapi target nya adalah meningkatkan ekspor hingga 60 persen dalam lima tahun kedepan,β tutur Hasitha de Alwis selaku Board of Director.
(dyh/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN