Dr. Danny Manor dan timnya dari Case Western Reserve University School of Medicine di Amerika Serikat melibatkan sekelompok tikus dalam percobaan ini. Tikus-tikus tersebut menderita non-alcoholic steatohepatitis (NASH) stadium lanjut.
NASH adalah komplikasi umum dari obesitas yang dicirikan dengan akumulasi lemak dan inflamasi di hati. Kondisi ini biasanya terjadi pada penderita obesitas, diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, atau kadar kolesterol tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Manor dan timnya mengetes hipotesis tersebut dengan memelajari tikus yang tak diberi vitamin E. Terlihat peningkatan endapan lemak dan tanda-tanda kerusakan hati lain pada tikus. Saat diberi suplemen vitamin E, sebagian besar gejala NASH dapat dihindari. Artinya, kekurangan vitamin E memang berhubungan dengan penyakit hati.
"Temuan ini bisa jadi berdampak signifikan pada kesehatan masyarakat. Pasalnya, banyak orang dewasa yang tak mengonsumsi vitamin E sesuai jumlah yang direkomendasikan oleh National Institue of Medicine," ujarnya seperti diberitakan Daily Mail (22/04/13).
Manor menambahkan, hasil penelitian ini tak hanya dapat membantu mereka yang sedang sakit, tapi juga orang-orang sehat yang berisiko obesitas atau diabetes. "Perubahan pola makan yang sederhana dapat menguntungkan orang-orang yang berisiko terkena penyakit yang melemahkan ini," katanya.
Jumlah asupan vitamin E yang disarankan dalam sehari adalah empat miligram. Vitamin E bisa didapatkan dari menyantap sayur-sayuran berdaun hijau seperti bayam, minyak bunga matahari, biji-bijian, dan kacang-kacangan.
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN