Orang Berusia 75 Tahun Lebih Tak Perlu Diet Sehat

Orang Berusia 75 Tahun Lebih Tak Perlu Diet Sehat

- detikFood
Sabtu, 06 Apr 2013 11:44 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Banyak perubahan terjadi saat menginjak usia lanjut, seperti menurunnya fungsi daya ingat dan memutihnya rambut. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa orang berusia 75 tahun ke atas tidak perlu lagi mencemaskan asupan gizi yang terkandung dalam makanan.

Menurut para peneliti, bagi orang yang telah melewati usia 75 tahun, diet tinggi gula dan lemak tidak membuat banyak perbedaan. Diet ketat pada beberapa jenis makanan pun tidak meningkatkan kesehatan sama sekali.

β€œHasil penelitian menunjukkan bahwa jika Anda hidup sampai tua, maka mungkin akan ada sedikit pengaturan makanan. Hal ini dilakukan untuk memenuhi asupan zat gizi pada makanan yang sudah tidak memadai,” ujar Gordon Jensen dari Department of Nutritional Sciences di Penn State.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal Of Nutrition Health and Aging, diikuti sebanyak 449 orang selama 5 tahun. Peserta rata-rata berusia 76,5 tahun diberikan 3 diet gizi yang berbeda pada masa awal penelitian.

Kelompok pertama diberi diet β€œlebih sehat,” dengan asupan biji-bijian, telur, kacang, buah, sayur dan susu. Kelompok kedua diberi diet β€œwesternlike,” dengan asupan sayuran bertepung, biji-bijian olahan, daging, unggas, ikan goreng, minyak dan lemak. Kelompok ketiga diberi diet β€œmakanan bernutrisi rendah dan sangat manis,” dengan asupan lemak jenuh yang tinggi, namun rendah serat dan rendah vitamin C.

Selama penelitian, diidentifikasi apakah ada hubungan antara para peserta dengan penyakit jantung, diabetes, hipertensi dan sindrom metabolik. Hasilnya, tidak ada hubungan antara diet makanan dengan prevalensi penyakit jantung, diabetes, hipertensi dan sindrom metabolik. Walaupun ada bukti peningkatan risiko hipertensi bagi kelompok yang dieri diet β€œmakanan bernutrisi rendah dan sangat manis”.

β€œLaporan terbaru menunjukkan bahwa mungkin ada kaitan antara kelangsungan hidup dengan status obesitas, baik berat atau ringan di kalangan orang tua,” kata Jensen.

(flo/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads