Selama ini, orang-orang meyakini teori bahwa menyantap makanan apapun secara berlebihan dapat menyebabkan obesitas, dan obesitas memicu diabetes. Namun, studi ini membuktikan bahwa anggapan tersebut tak selalu benar.
Peneliti menemukan bahwa kalori yang berasal dari gula, seperti yang terdapat dalam soda, cenderung menyebabkan diabetes tipe 2 dibanding jumlah kalori yang sama dari sumber lain. Studi berskala besar ini membuktikan bahwa tidak semua kalori sama jika dilihat dari kacamata risiko diabetes.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setiap 150 kalori tambahan ketersediaan gula per orang per hari, jumlah penderita diabetes di masyarakat naik sebanyak 1%. Sebaliknya, berdasarkan studi yang dimuat di jurnal PLoS ONE ini, tambahan 150 kalori dari makanan lain hanya menyebabkan 0,1% kenaikan angka diabetes di masyarakat.
Selain itu, semakin lama populasi terkena kelebihan gula, semakin tinggi angka diabetesnya. Sebagai tambahan, angka diabetes anjlok ketika ketersediaan gula jatuh. Hal ini terlepas dari perubahan konsumsi kalori lain dan aktivitas fisik atau tingkat obesitas.
"Kami tidak mengecilkan pentingnya obesitas sama sekali. Namun, data ini menunjukkan bahwa pada level populasi, ada faktor-faktor tambahan yang berperan dalam risiko diabetes di samping obesitas dan total asupan kalori. Gula tampak memainkan peranan menonjol," ujar Dr Sanjay Basu, ketua peneliti, seperti diberitakan Daily Mail (28/02/13).
Basu menegaskan bahwa temuan ini tak membuktikan bahwa gula menyebabkan diabetes. Bagaimanapun juga, hasil riset tersebut memberikan dukungan terhadap percobaan sebelumnya yang menunjukkan bahwa gula memengaruhi hati dan pankreas, berbeda dengan makanan jenis lain maupun obesitas.
(flo/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN