Elizabeth Devore selaku kepala penelitian studi dari Brigham and Women's Hosp melihat data dari studi jangka panjang dari 5000 orang yang berusia 55 tahun dan lebih tua di Rotterdam, Belanda.
Pola makan mereka diamati selama 14 tahun. Ia menemukan bahwa orang yang mengonsumsi makanan kaya vitamin E lebih cenderung tidak terserang pikun. Sedangkan orang yang mengonsumsi lebih banyak vitamin C lebih cenderung tidak terkena stroke.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam studi terbarunya yang diterbitkan di Neurology, orang dengan tingkat konsumsi antioksidan tertinggi mendapatkan asupan dari minuman teh dan kopi. Hal ini berkaitan dengan kebiasaan masyarakat Belanda yang banyak mengonsumsi kopi.
βKopi dan teh sesungguhnya kaya kandungan antioksidan dalam bentuk flavonoid,β kata Devore kepada The Salt (24/02/2013).
Studi lainnya pada orang di Eropa menemukan bahwa mengonsumsi hingga 5 cangkir kopi setiap hari terlindung dari penyakit Alzheimer. Tapi, manfaat tersebut tidak terlihat pada kelompok pecinta kopi dari Belanda. Hal ini membuat Devore curiga bahwa tingkat total konsumsi antioksidan bukanlah solusi mengatasi risiko penyakit.
Sebuah studi di Italia dari tahun 2011 juga menunjukkan penurunan risiko stroke pada orang dengan diet antioksidan. Dalam studi ini orang-orang tersebut mendapatkan antioksidan dari wine, buah, dan sayuran. Berbeda dengan diet yang dilakukan orang Belanda yang mengosumsi banyak daging, produk susu, dan sedikit buah dan sayuran.
(flo/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN