Tim peneliti menunjukkan kemampuan tubuh untuk menggunakan gula dalam makan berubah-ubah dalam sehari, seirama dengan jam biologis tubuh. Jika jam biologis terganggu, sangat mudah bagi seseorang mengalami kenaikan berat badan.
Tim peneliti yang dipimpin Professor Carl Johnson dari Vanderbilt University di Nashville, Amerika Serikat mempelajari tikus yang secara hati-hati diukur tingkat insulinnya, sebuah hormon yang memegang peran besar dalam mengkonversi gula dalam makanan menjadi energi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, para tikus ini terlihat mulai bertambah berat badannya. Hal ini menunjukkan jika makanan dikonsumsi pada saat yang salah, tubuh bisa menimbun lemak lebih banyak. βJam biologis mengontrol metabolisme. Jadi, cara tubuh mencerna makan yang sama saat siang dan malam sangat berbeda,β kata Professor Johnson kepada Daily Mail (22/02/2013).
Jika kita mencerna makanan saat siang, saat sedang aktif, tubuh cenderung tidak mengubah makanan menjadi lemak. Namun, makanan yang dikonsumsi saat larut malam cenderung diubah menjadi lemak. βDalam diet Mediterania hidangan utama dikonsumsi saat tengah hari lebih sehat. Akan lebih baik untuk mengonsumsi hidangan ringan dan menghindari camilan,β tambah Professor Johnson.
βDuduk di depan TV dan ngemil sangat tidak sehat untuk tubuh kita, lebih baik setelah makan malam kita berpuasa hingga sarapan keesokan harinya, cara itu lebih baik untuk mengatur konsumsi kalori,β tutur Professor Johnson.
(fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN