Agar Tetap Ramping, Sesuaikan Jam Makan dan Jam Biologis

Agar Tetap Ramping, Sesuaikan Jam Makan dan Jam Biologis

- detikFood
Jumat, 22 Feb 2013 15:33 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Jumlah makanan dan jam makan berpengaruh besar supaya tubuh tetap langsing. Sebuah penelitian di Amerika menyarankan untuk mengonsumsi makanan dalam jumlah besar saat makan siang dan lebih sedikit saat makan malam.

Tim peneliti menunjukkan kemampuan tubuh untuk menggunakan gula dalam makan berubah-ubah dalam sehari, seirama dengan jam biologis tubuh. Jika jam biologis terganggu, sangat mudah bagi seseorang mengalami kenaikan berat badan.

Tim peneliti yang dipimpin Professor Carl Johnson dari Vanderbilt University di Nashville, Amerika Serikat mempelajari tikus yang secara hati-hati diukur tingkat insulinnya, sebuah hormon yang memegang peran besar dalam mengkonversi gula dalam makanan menjadi energi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mereka menemukan jumlah insulin yang stabil dari waktu ke waktu dengan pola yang jelas. Tikus- tikus lebih sulit mencerna gula pada jam-jam mereka biasanya tidur. Namun, jika jam biologisnya terganggu, pola itu menghilang dan gula malah menyebabkan masalah pada siang dan malam hari.

Selain itu, para tikus ini terlihat mulai bertambah berat badannya. Hal ini menunjukkan jika makanan dikonsumsi pada saat yang salah, tubuh bisa menimbun lemak lebih banyak. β€œJam biologis mengontrol metabolisme. Jadi, cara tubuh mencerna makan yang sama saat siang dan malam sangat berbeda,” kata Professor Johnson kepada Daily Mail (22/02/2013).

Jika kita mencerna makanan saat siang, saat sedang aktif, tubuh cenderung tidak mengubah makanan menjadi lemak. Namun, makanan yang dikonsumsi saat larut malam cenderung diubah menjadi lemak. β€œDalam diet Mediterania hidangan utama dikonsumsi saat tengah hari lebih sehat. Akan lebih baik untuk mengonsumsi hidangan ringan dan menghindari camilan,” tambah Professor Johnson.

β€œDuduk di depan TV dan ngemil sangat tidak sehat untuk tubuh kita, lebih baik setelah makan malam kita berpuasa hingga sarapan keesokan harinya, cara itu lebih baik untuk mengatur konsumsi kalori,” tutur Professor Johnson.

(fit/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads