Para peneliti dari University of Glasgow melibatkan para orang tua yang menjadi partisipan dalam kursus memasak jangka pendek yang dibiayai pemerintah Skotlandia. Kursus ini diadakan empat sampai delapan minggu untuk para orang tua dengan anak yang masih dalam tahap pra sekolah.
Selain diajarkan cara memasak hidangan yang sehat dan sederhana, para partisipan juga diberikan informasi tentang mengatur budget belanja dan nutrisi. Setelah kursus masak selesai, para partisipan langsung mengisi kuisioner dari para peneliti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak hanya saat itu saja, para peneliti meneliti lebih jauh pengaruh kelas memasak jangka pendek tersebut sampai beberapa bulan bahkan satu tahun kedepan.
Setahun kemudian 44 dari 100 partisipan kelas memasak tersebut setuju untuk diwawancarai lagi dan para peneliti menemukan adanya peningkatan signifikan dalam segi kepercayaan diri. Terutama dalam mengikuti petunjuk resep yang sederhana dan memasak menggunakan bahan-bahan dasar.
Mereka juga menemukan bahwa partisipan mengonsumsi makanan siap santap lebih sedikit dibandingkan masa sebelum mengikuti kursus masak. Mereka mulai rutin mengonsumsi buah dan sayuran setiap hari dibandingkan beberapa minggu sebelumnya.
Walaupun begitu, beberapa nilai percaya diri dalam memasak dan mencoba makanan baru menurun setelah rentang satu tahun. Para peneliti mengatakan kursus yang lebih baru akan lebih bermanfaat.
Pemimpin studi Dr Ada Garcia mengatakan jumlah partisipan studi berkurang karena kesulitan menghubungi partispan tersebut setelah setahun. Hasil menunjukkan bahwa program memasak mempunyai efek yang dapat diperhitungkan pada diet para partisipan.
βHal ini sangat menggembirakan bahwa kita mempunyai hasil yang positif. Ini menunjukkan intervensi seperti ini bermanfaat bagi kebiasaan makan para partisipan tidak hanya jangka pendek tetapi jangka panjang.β kata Dr Ada Garcia kepada BBC (19/02/2013).
(flo/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN