Setelah meneliti data terbaru konsumsi alkohol dan kematian akibat kanker di Amerika Serikat, peneliti menarik kesimpulan mengerikan. Mereka mengatakan bahwa alkohol berperan dalam 4% dari seluruh kematian akibat kanker. Sayangnya, risiko signifikan pada peminum seakan-akan tersembunyi.
"Terdapat kaitan kuat antara alkohol dan kanker, namun tidak dianggap oleh masyarakat dan masih tak ditonjolkan oleh para dokter," ujar Dr. Timothy Naimi yang memimpin studi tersebut, seperti dilansir Daily Mail (14/02/13).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, kanker mulut, tenggorokan, dan esophagus merupakan penyebab utama kematian pada pria yang meminum alkohol. Hal ini sering disebutkan oleh riset-riset terdahulu. Ketiga jenis kanker inipun dikaitkan dengan total 6.000 jumlah kematian setiap tahunnya. Beberapa penelitian juga menyebutkan bahwa alkohol dapat meningkatkan risiko kanker usus dan anus.
Ternyata, bukan hanya konsumsi alkohol dalam kadar tinggi yang dapat memicu perkembangan kanker. Menenggak 1,5 gelas minuman per hari atau kurang juga menyumbang 30% dari total kematian akibat kanker yang disebabkan oleh alkohol.
Studi yang akan dimuat di American Journal of Public Health edisi April 2013 ini juga menemukan hubungan antara mengurangi asupan alkohol dengan menurunnya risiko kanker. "Alkohol adalah faktor risiko besar yang dapat dicegah namun tersembunyi di depan mata," kata Dr. Naimi.
(dyh/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN