Cokelat Bikin Gemuk? Itu Hanya Mitos Belaka!

Ulasan Khusus: Cokelat

Cokelat Bikin Gemuk? Itu Hanya Mitos Belaka!

- detikFood
Rabu, 13 Feb 2013 12:30 WIB
Cokelat Bikin Gemuk? Itu Hanya Mitos Belaka!
Foto: Thinkstock
Jakarta - Beragam mitos seputar cokelat sering terdengar. Seperti cokelat bikin sakit gigi, susah tidur, berkolesterol tinggi hingga bikin gendut. Banyak orang menghindari cokelat karena percaya kabar tersebut. Benarkah demikian?

Produk cokelat dengan cocoa mass yang tinggi jadi pilihan paling baik untuk dikonsumsi. Namun rupanya, banyak hal negatif seputar cokelat yang membuat orang menghindari makan cokelat karena terlanjur percaya dengan beberapa mitos ini!


1. Mengandung kafein tinggi

Foto: Thinkstock
Cokelat memang mengandung kafein, namun jumlahnya sedikit. Sebagai perbandingan, 28 gram dark chocolate mengandung 20 mg kafein, sementara milk chocolate mengandung 6 mg kafein. White chocolate justru paling sedikit kafeinnya. Tentu jauh lebih sedikit dibandingkan dengan single shot espresso yang mengandung 75 gram kafein dan double shot espresso yang kandungan kafeinnya mencapai 150 mg.

2. Mengandung lemak jenuh

Foto: Thinkstock
Cokelat memang mengandung lemak jenuh bernama stearic acid. Namun kandungannya unik, karena penelitian mengungkap jika staric acid tidak meningkatkan kolesterol darah seperti halnya lemak jenuh lain. Bahkan mengonsumsi cokelat bisa meningkatkan kadar kolesterol baik dalam tubuh.

3. Cokelat bahaya buat gigi

Foto: Thinkstock
Benarkah cokelat bisa mengakibatkan kerusakan gigi? Hal ini rupanya tak bisa dibuktikan, kecuali yang dikonsumsi adalah cokelat olahan yang sudah ditambahkan gula dalam jumlah banyak. Sebuah studi di Osaka University justru mengungkap jika biji cokelat bisa mengusir bakteri dalam mulut dan kerusakan gigi. Karenanya, cermati komposisi cokelat yang Anda beli dan pilih yang kandungan cokelatnya tinggi.

4. Cokelat bikin gemuk

Foto: Thinkstock
Jika dikonsumsi dalam jumlah normal, cokelat tidak bikin tubuh jadi gemuk. Sebaliknya, cokelat justru baik untuk menurunkan berat badan. Pilih jenis dark chocolate yang memiliki cocoa mass lebih tinggi ketimbang milk chocolate. Antioksidan di dalamnya berperan dalam membantu menyeimbangkan hormon yang mengontrol berat badan. Perhatikan juga kandungan gula di dalam cokelat.
Halaman 2 dari 5
(flo/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads