Mengunyah Permen Karet Terbukti Bikin Otak Lebih Aktif

- detikFood Senin, 04 Feb 2013 15:12 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Mengunyah permen karet bisa jadi keasyikan tersendiri. Sebagian orang menjadikannya pelarian dari merokok maupun ngemil makanan tak sehat karena mulut aktif bergerak. Ternyata tak hanya itu, kegiatan ini juga baik untuk otak!

Jurnal Brain and Cognition memuat penelitian terbaru terkait manfaat mengunyah untuk otak. Disebutkan bahwa kegiatan sederhana ini dapat meningkatkan kewaspadaan sebesar 10%. Artinya, kita bisa bereaksi 10% lebih cepat jika mengunyah permen karet.

Peneliti dari National Institute of Radiological Sciences Jepang melibatkan para sukarelawan pria dan wanita yang dibagi menjadi dua kelompok. Sementara otak mereka di-scan untuk melihat bagian mana yang aktif, sebagian peserta diminta mengunyah permen karet, sementara sebagian lagi tidak.

Selama tes 30 menit tersebut, partisipan diminta menekan tombol dengan jempol tangan kanan atau kiri mereka. Hal ini dilakukan untuk merespon arah panah yang tampak di layar.

Ternyata, peserta studi yang tak mengunyah membutuhkan waktu 545 milidetik untuk bereaksi, dibandingkan dengan waktu 493 detik pada kelompok yang mengunyah permen karet. Bagian otak yang paling aktif saat mengunyah ternyata merupakan bagian yang terlibat dalam gerakan dan perhatian.

Menurut para peneliti, delapan area otak terpengaruh oleh kegiatan mengunyah. Mengunyah disebut-sebut meningkatkan rangsang dan peningkatan aliran darah sementara ke otak, sehingga kewaspadaan meningkat.

"Hasil studi kami menunjukkan bahwa mengunyah memengaruhi peningkatan tingkat rangsang dan kewaspadaan, selain efeknya terhadap kontrol motorik. Konsekuensinya, efek ini dapat memperbaiki performa kognitif," ujar peneliti, seperti diberitakan Daily Mail (03/02/13).

Salah satu tokoh terkenal yang selalu terlihat mengunyah permen karet adalah Sir Alex Ferguson, pelatih klub sepakbola Manchester United. "Mungkin awalnya para manajer sepakbola tak sengaja mengunyah permen karet, namun lama-lama mereka merasa tindakannya benar," ujar Professor Andy Smith dari Cardiff University.

Selain mempercepat waktu reaksi, permen karet juga diketahui baik untuk gigi dan dapat mengurangi rasa lapar. Permen karet juga bisa digunakan untuk terapi penyembuhan pasca operasi usus. Meski tak berbahaya jika ditelan, jika sudah berkumpul dalam jumlah besar, permen karet bisa mengganggu kerja sistem pencernaan.

(fit/odi)