Segar, manis dan kaya serat adalah ciri khas buah. Sama halnya dengan sayuran, buah juga perlu dikonsumsi setiap hari untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian. Namun kapan waktu yang tepat untuk mengkonsumsi buah yang benar?
Jenis buah sangatlah beragam, ada buah apel, pisang, mangga, jeruk, semangka, nanas dan masih banyak lainnya. Semua jenis buah ini baik untuk dikonsumsi karena mengandung vitamin, mineral, serat dan air.
Selain dibuat jus, buah segar juga sering disajikan sebagai hidangan pencuci mulut setelah makan. Meskipun begitu ada beberapa ahli yang menganjurkan utnuk tidak makan buah segar setelah makan. Apa alasannya?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal inipun diakui oleh Berty Wilza, Branch Manajer My Meal Catering saat diwawancarai detikFood (11/1/2013), βBuah mengandung gula sederhana yang tidak perlu dicerna lama di lambung. Tetapi jika kita makan buah setelah makan, maka zat gula sederhana dalam buah juga ikut menetap lama di pencernaan dan akan terjadi fermentasi di dalam perut sebelum dicerna.β
Karena alasan itulah buah tidak baik dikonsumsi setelah makan besar. Bahkan jika tetap dilakukan, pencernaanpun akan mengalami beberapa efek buruk. βHal ini sering menyebabkan orang mengalami masalah pencernaan atau timbul semacam alergi.β tambah Berty Wilza.
Nah jika tidak ingin pencernaan jadi bermasalah seperti mulas dan diare, ada baiknya makanlah buah sebelum makan atau dua jam setelah makan. Agar kebutuhan nutrisi terpenuhi buah bisa dijadikan sebagai menu makanan selingan.
Seorang ahli diet dari KMC Hospital, Mangalore, Kanada bernama Ms.Radhika juga menganjurkan untuk mengkonsumsi buah saat perut masih kosong. Nutrisi pada buah jadi mudah diserap dan menjadi detoks alami untuk sistem pencernaan. Bahkan pola makan buah seperti ini diketahui ampuh dalam membantu menurunkan berat badan dan meningkatkan jumlah energi.
(dyh/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN