Bumbu yang sudah populer di Eropa selama Perang Salib ini berasal dari tanaman pala yang biasanya digunakan untuk masakan India dan Timur Tengah. Di Indonesia selain bijinya, kulit buahnya juga diolah menjadi manisan buah.
Ternyata bubuk pala memiliki sifat antibakteri yang dapat membantu meningkatkan memori, bermanfaat bagi jantung, mengendurkan otot, dan dapat melancarkan pencernaan. Namun jika bubuk pala dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan dapat menyebabkan gangguan kejiwaan akut dan halusinasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam penelitian tahun 2009 yang dipublikasikan dalam Phytotherapy Research, para peneliti menemukan bahwa minyak pala bekerja dengan cepat untuk mencegah kejang, tetapi efeknya mereda cepat. Minyak tersebut juga tidak mengganggu keterampilan motorik, bahkan jika dikonsumsi dalam dosis tinggi. Penelitian menunjukkan bahwa minyak pala dapat efektif dalam mengobati kejang parsial.
Dalam pengobatan tradisional, biasanya bubuk pala digunakan untuk mengurangi perut kembung, membantu pencernaan, dan meningkatkan nafsu makan. Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Methods and Findings in Experimental and Clinical Pharmacology pada tahun 2002, bubuk pala juga dapat membantu mengobati diare. Para peneliti juga menemukan bahwa bubuk pala dapat menghasilkan efek analgesik.
(flo/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN