Semua ibu ingin melahirkan bayi yang sempurna. Mereka akan melakukan apapun untuk menjaga kehamilannya, termasuk memantang minuman beralkohol. Namun, ada satu penelitian yang menunjukkan bahwa sedikit minuman beralkohol tak berbahaya bagi tumbuh kembang janin.
Selama ini departemen kesehatan Denmark melarang wanita hamil atau yang sedang merencanakan kehamilan untuk minum alkohol sama sekali. Pasalnya, kebiasaan ini dapat berpengaruh pada perkembangan sang anak kelak. Namun, ilmuwan Denmark membantahnya dengan sebuah hasil riset.
Profesor Ulrik Kesmodel dari Aarhus University Hospital dan Erik Lykke Mortensen dari University of Copenhagen menyimpulkan bahwa meneguk minuman beralkohol sekali sehari tak masalah bagi wanita hamil atau yang sedang merencanakan kehamilan. Mereka mengetes 1,628 wanita dengan rata-rata usia 31 tahun pada kunjungan pertama mereka ke dokter sebelum melahirkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasilnya, sesekali minum alkohol atau konsumsi tingkat rendah dan menengah pada awal kehamilan tidak menunjukan efek signifikan pada perkembangan syaraf anak-anak berusia 5 tahun. Dibanding anak-anak yang ibunya sama sekali tidak minum alkohol, mereka tidak menunjukkan perbedaan IQ, rentang perhatian, fungsi perencanaan, organisasi, serta kontrol diri.
Meski demikian, studi yang dimuat di BJOG: An International Journal of Obstetrics and Gynaecology ini menunjukkan hasil berbeda pada ibu yang peminum berat. Konsumsi lebih dari 9 minuman beralkohol dalam seminggu berkaitan dengan rendahnya rentang perhatian anak usia 5 tahun. Hal ini dapat menyebabkan Foetal Alcohol Spectrum Disorder yang bisa memicu gangguan fisik, mental, dan tingkah laku.
"Bagaimanapun juga, minum minuman beralkohol saat hamil tidak memberi keuntungan. Selain itu, perlu penelitian lanjutan untuk menjelaskan hal ini," jelas Profesor Kesmodel seperti dikutip dari Daily Mail. Sebelumnya, memang banyak penelitian yang melarang konsumsi alkohol pada ibu hamil. (dyh/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN