Makanan Kemasan Bayi Tidak Bernutrisi Cukup

Makanan Kemasan Bayi Tidak Bernutrisi Cukup

Dyah Oktabriawatie Waluyani - detikFood
Selasa, 01 Mei 2012 09:52 WIB
Foto: ecoactionteams.ca
Jakarta -

Makanan bayi banyak tersedia di supermarket. Mulai dari makanan pendamping ASI hingga makanan lumat lainnya. Menurut sebuah penelitian, makanan yang disajikan praktis ini ternyata tidak mengandung cukup nutrisi.

Tim peneliti dari Inggris menemukan bahwa, produk yang dijual di pasar swalayan tidak cukup baik untuk diberikan pada bayi Anda. Makanan tersebut tidak mengendung cukup nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi. Penelitian ini juga telah tercatat dalam Journal Food Chemistry tahun lalu, namun pada minggu lalu baru diumumkan kembali kepada pers di University of Greenwich School of Science.

Penulis penelitian, Nazanin Zand mengatakan, β€œPenelitian ini bertujuan agar para orang tua lebih berhati-hati dalam memberikan makanan pada anaknya. Saya mencoba mengingatkan orang-orang akan kesadarannya pada makanan pendamping ASI,” ungkapnya saat diwawancarai oleh Relaxnews.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah menganalisis delapan sample makanan bayi, Zand menemukan bahwa kandungan mikro nutrien pada makanan ini kurang dari kebutuhan sehari yang dibutuhkan bayi. Nutrisi yang tidak terkandung pada makanan tersebut seperti kalsium, magnesium, zat besi, mineral dan lainnya.

Tidak hanya makanan, pada susu formula juga tidak mengandung cukup kalsium, magnesium dan selenium. Hal ini membuat kebutuhan nutrisi bayi menurun hingga 20 persen dari yang dianjurkan di Inggris.

Peneliti juga menyarankan untuk memberikan makanan utuh pada anak usia satu tahun ke atas. Memberikannya biskuit susu dapat meningkatkan indra pengecapnya untuk mengenal tekstur makanan dan mengenal rasa dengan baik.

Selain itu membiarkannya makan buah-buahan sendiri seperti apel dan pisang, berguna untuk mendorongnya pada kebiasaan mengonsumsi makanan sehat dan mencegah obesitas. Sedangkan sayuran yang wajib diperkenalkan pada anak yaitu wortel, kacang polong dan kentang.



(dyh/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads