Tak Peduli Label Nutrisi, Orang Perancis Tetap Langsing

Tak Peduli Label Nutrisi, Orang Perancis Tetap Langsing

- detikFood
Jumat, 27 Apr 2012 16:02 WIB
Foto: jmarbach.com
Jakarta - Di negara dengan tingkat obesitas tinggi seperti Amerika, label nutrisi sedang marak digalakkan. Pemerintah yakin kegemukan bisa dicegah dengan mencantumkan jumlah kalori dalam makanan. Namun, buat orang Perancis hal ini tak berdampak banyak.

Dari survei yang dimuat di British Food Journal, orang Perancis cenderung tak acuh terhadap label nutrisi yang tertera di kemasan makanan. Berbeda dengan orang Amerika yang lebih rajin mencermati boks berisi tulisan dan angka gizi tersebut. Anehnya, angka obesitas di Perancis hanya 12%, tiga kali lebih rendah dibanding di Amerika Serikat.

Informasi ini didapat dari survei gabungan UniversitΓ© Laval di Kanada, Cornell University di Amerika Serikat, dan Centre de Recherche de l’Institut Paul Bocuse di Perancis. Lebih dari 300 orang di negara-negara tersebut ditanyai tentang kandungan lemak dalam makanan. Di dalam kuesioner terdapat opsi 'tidak tahu' untuk mencegah responden menebak-nebak jawaban yang tepat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ternyata, orang Amerika menjawab pertanyaan survei paling benar, diikuti oleh orang Kanada dan Perancis. Responden Perancis tidak tahu jawaban dari 43% dari pertanyaan yang diberikan. Hal ini berbanding jauh dengan responden Kanada (13%) dan Amerika Serikat (4%).

Salah satu pertanyaan tentang persentase lemak dalam whole milk tak bisa dijawab oleh 55% responden Perancis, 5% responden Kanada, dan 4% responden Amerika. Pola yang sama juga ditemui pada pertanyaan tentang mentega, margarin, dan minyak sayur.

Ketidakpedulian orang Perancis terhadap kalori juga terlihat dari ketidaktahuan mereka akan rekomendasi kadar lemak jenuh dibandingkan lemak tak jenuh. Ada 17% orang Perancis yang seperti itu dibandingkan dengan 9% orang Amerika.

β€œPerbedaan pengetahuan responden menunjukkan bahwa orang Perancis tidak begitu tertarik pada nutrisi makanan yang mereka santap. Meski tertera di kemasan, mereka tak membacanya,” ujar Profesor Maurice Doyon dari UniversitΓ© Laval, seperti dikutip dari Daily Mail.

Dari hasil survei ini, peneliti menyimpulkan bahwa penjabaran informasi gizi secara terperinci bukanlah cara terbaik untuk mendorong kebiasaan makan yang lebih sehat.

(fit/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads