Tanaman musim semi ini merupakan spesies tumbuhan genus asparagus dan termasuk tanaman allium. Tinggi tanamannya sekitar 100 β 150 cm, batangnya yang kokoh terdapat bulu halus yang menyelimuti. Pertama kali tumbuh di pantai barat Eropa atau sebelah utara Spanyol.
Selain itu juga banyak ditanam di Afrika Utara dan Asia Barat. Sekitar 20.000 tahun yang lalu, asparagus sudah dikonsumsi di Mesir, sebagai sayuran dan bahan obat-obatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Asparagus hijau dengan asparagus putih dibedakan dari proses penanamannya. Terbentuknya warna putih pada asparagus terjadi karena saat ditanam kurang mendapatkan cahaya matahari. Proses tersebut dinamakan etiolasi. Sayuran tidak dapat berubah menjadi hijau karena proses fotosintesis tidak terjadi.
Kandungan nutrisi pada tanaman ini sangat baik untuk kesehatan. Asparagus putih mengandung Vitamin C dan E, beta karoten, mineral, zat besi, dan selenium. Dalam 100 gram asparagus mengandung 20 kkal energi, 2,2 gr protein, 0,12 gr lemak, 3,88 gr karbohidrat dan 2,4 zat besi.
Kandungan seratnya yang tinggi membuatnya mampu menjaga sistem pencernaan dan membantu menurunkan berat badan. Kandungan antioksidan dan anti-inflamasinya bermanfaat untuk menjaga kekebalan tubuh.
Selain itu kandungan asam folik pada asparagus juga baik untuk mengurangi resiko cacat lahir pada bayi. Sedangkan zat afrodisiaknya dipercaya untuk menrangsang organ seksual dan mengobati nyeri menstruasi.
Untuk mengolahnya, sebaiknya kupas bagian pangkalnya karena asparagus putih berkulit tebal dan sedikit pahit. Meskipun teksturnya lembut dan lebih ringan dibandingkan asparagus hijau. Anda bisa mengolahnya dengan dibakar, panggang hingga rebus. Asparagus ini banyak dijual di pasar swalyan dalam keadaan segar dan kalengan.
(odi/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN