Minum Susu Kedelai Dua Kali Sehari Kurangi Gejala Menopause

- detikFood Senin, 09 Apr 2012 07:06 WIB
Foto: locistyle.com Foto: locistyle.com
Jakarta - Apakah Anda sering merasa panas, berkeringat, dan deg-degan di malam hari? Bisa jadi itu tanda-tanda menopause. Seringkali gejala ini bikin susah tidur. Untuk mengatasinya, minumlah susu kedelai dua kali sehari!

Hot flashes adalah gejala menopause yang ditandai dengan rasa panas di tubuh selama 2-30 menit. Wajah menjadi merah dan panas jika disentuh. Karena perubahan hormon, pembuluh darah melebar serta denyut jantung meningkat. Akibatnya, wanita sering tiba-tiba berkeringat di malam hari.

Menurut jurnal Menopause, gejala ini bisa diatasi dengan isoflavon. Zat ini memiliki efek serupa estrogen bagi wanita yang mengalami menopause. Sumber isoflavon yang terkenal adalah kedelai dan produk-produk turunannya, seperti susu kedelai, tahu, dan tempe.

Sudah ada beberapa penelitian terkait kedelai dan gejala menopause. Ada yang menunjukkan hasil positif, tapi ada pula yang tak memperlihatkan hubungan. Walaupun begitu, sebuah studi kembali menegaskan bahwa kedelai memang berdampak baik bagi wanita yang mengalami menopause.

Sebanyak 19 penelitian yang melibatkan 1,200 wanita ditinjau kembali. Kesimpulannya, mengonsumsi 54 mg isoflavon per hari selama 6 minggu hingga setahun mampu menurunkan frekuensi hot flashes sebanyak 20.6%. Hal ini juga dapat mengurangi tingkat keparahan gejala sampai 26%
.
Seperti diketahui, setiap gram kacang kedelai mengandung 3.5 mg isoflavon. Dalam dua gelas susu kedelai (masing-masing 450 ml) atau 200 gram tofu terdapat 50 mg isoflavon.

Suplemen yang mengandung lebih dari 19 mg genistein, salah satu jenis isoflavon, dua kali lebih efektif mengurangi frekuensi hot flash dibanding yang kandungannya kurang dari itu.

Semakin lama jangka waktu mengonsumsi kedelai, efeknya akan semakin baik. Jika mengonsumsi kedelai selama 12 minggu atau lebih, penurunan frekuensi hot flashes menjadi 3 kali lebih besar daripada mengonsumsi dalam jangka waktu yang lebih pendek.

Menurut Profesor Mellisa Melby dari Delaware University, mengonsumsi makanan, minuman, atau suplemen berbahan kedelai akan bekerja lebih baik dalam mengatasi hot flashes. Misalnya, tofu atau tahu dan tempe.

“Manfaat kedelai masih dapat diperoleh meski wanita tersebut sudah berusia 50 tahun dan belum pernah mengonsumsi kedelai sebelumnya,” jelas penulis review studi ini, seperti dikutip dari Daily Mail.




(odi/odi)