Di beberapa negara, ada program bernama '5 A Day' untuk mendorong konsumsi sayur dan buah minimal 5 porsi per hari. Selain di rumah, jus juga rutin disajikan di sekolah. Namun, hal ini mengundang kekhawatiran dari dekan fakultas kedokteran gigi Royal College of Surgeons, Inggris.
Kathy Harley, nama dekan tersebut, mengatakan bahwa setengah dari anak usia 5 tahun memiliki enamel gigi yang terkikis. Kerusakan gigi ini disebabkan oleh asam yang menyerang permukaan gigi. Gigi yang sudah tererosi tidak dapat dikembalikan seperti semula.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
βBanyak orangtua menganggap jus adalah cara mudah untuk mencukupi kebutuhan buah anak. Namun, kini sulit memilih jus buah murni di antara jus yang terlalu banyak diberi gula,β ujar Sarah Clark, associate director Child Health Evaluation and Research Unit di University of Michigan, seperti dikutip dari My Health News Daily.
Berdasarkan berita yang dilansir Daily Mail, Kathy telah meminta sekolah untuk mengganti jus dengan susu atau air putih. βBagi orangtua, berikan jus buah hanya sekali dalam seminggu,β kata Kathy.
National Health Service Inggris menyarankan maksimal 150 ml jus buah per hari sebagai bagian dari '5 A Day'. Lebih dari itu tidak termasuk hitungan, karena jus tidak mengandung serat layaknya buah segar. American Academy of Pediatrics juga menyarankan anak-anak di bawah 6 tahun meminum segelas jus saja per hari.
Sayangnya, survei terbaru dari University of Michigan menyebutkan bahwa balita yang berasal dari keluarga berpenghasilan rendah meminum terlalu banyak jus. Padahal, untuk memenuhi jumlah porsi buah yang direkomendasikan, pilihan terbaik jatuh pada buah dan sayur segar.
Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak asam dari jus buah. Pertama, minum dengan cepat. Kedua, minum jus sambil makan. Ketiga, segera minum air setelah makan buah. Terakhir, konsumsi makanan yang mengandung kalsium untuk menetralisir asam, seperti keju.
(Odi/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN