Bulan lalu, Food and Drug Administration menghimbau untuk mengurangi garam dalam diet. New York City juga telah mempelopori National Salt Reduction Initiative bersama 16 perusahaan lainnya termasuk Starbucks, Subway, Boar's Head and Mars. Sejauh ini mereka telah menandatangani persetujuan untuk mengurangi kadar garam dalam makanan sebesar 25% selama lima tahun.
Pada bulan Maret, perusahaan Kraft mengumumkan akan mengurangi 10% garam pada produknya di Amerika Utara dalam dua tahun kedepan. Sedangkan perusahaan makanan Heinz memotong 15% kadar garam dalam saus tomat dan keripik kentangnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk menurunkan jumlah penggunaan garam, para produsen memiliki strategi baru dengan memberikan rempah-rempah lainnya agar gurihnya terasa alami. Dalam laporan yang dirilis pada bulan April tahun lalu di Institute of Medicine mendesak US Food and Drug Administration untuk membuat standar baru penggunaan garam di restoran siap saji.
Laporan tersebut terbukti untuk mengurangi garam dalam diet di Amerika, sebanyak 3.400 mg berhasil dikurangi menjadi 2.300 mg perhari atau sekitar satu sendok teh seperti yang dianjurkan pemerintah. Membatasi konsumsi garam bisa menekan resiko terkena penyakit hipertensi.
Berdasarkan laporan dari Institute of Medicine menyarankan agar produsen dan restoran secara bertahap dari waktu ke waktu untuk mengurangi kadar garam. Cara ini diharapkan agar kita terhindar dari penyakit hipertensi. Beberapa perusahaan makanan seperti Campbell dan Kellogg sudah mulai melakukannya.
Konsumsi garam secara bertahap menurun namun tidak semua perusahaan makanan mengalami masalah. Garam tidak hanya membuat rasa pretzel dan nachos gurih, rasa gurih bisa didapat dari rempah-rempah alami seperti bawang putih. Semua perusahaan harus mencoba untuk menghilangkan garam pada resep produknya, mereka juga harus menemukan cara yang tepat untuk memperbaiki rasa dan tekstur.
(Odi/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN