2 Cangkir Kopi per Hari Picu Gairah Seks Wanita Asia

2 Cangkir Kopi per Hari Picu Gairah Seks Wanita Asia

- detikFood
Selasa, 31 Jan 2012 13:56 WIB
Foto: mmmsmiscellaneousmiscellanea.blogspot.com
Jakarta - Kopi tidak hanya berperan untuk menjaga mata tetap melek, tapi juga dapat memperbaiki kehidupan seks. Si hitam ini dapat membuat ereksi lebih kuat dan dapat meningkatkan gairah seks wanita.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kafein dapat menaikkan atau menurunkan kadar hormon estrogen. Hormon ini di antaranya berperan dalam siklus menstruasi dan perkembangan uterus pada vagina. Ternyata, naik atau turunnya hormon estrogen ditentukan oleh sumber kafein dan asal etnis si wanita.

Kesimpulan ini diambil dari penelitian tim University of Utah sejak tahun 2005 hingga 2007. Sebanyak 250 wanita dari berbagai etnis diberi asupan kafein sebanyak 200 mg (setara 2 cangkir Americano) dan kurang dari 200 mg per hari.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mereka diperiksa sebanyak 1-3 kali per minggu dalam dua siklus menstruasi. Sampel darah mereka diambil. Perilaku olahraga, makan, dan merokok mereka juga diperiksa. Ternyata bukti riset menunjukkan perbedaan karena faktor ras.

Tingkat hormon estrogen pada wanita Asia yang minum kopi 200 mg per hari meningkat dibanding mereka yang minum kurang dari jumlah tersebut. Hasil yang sama terjadi pada wanita berkulit hitam, meski dalam taraf yang kurang signifikan. Hal ini kebalikan dengan wanita berkulit putih yang sedikit lebih rendah hormon seksnya jika mengonsumsi kafein 200 mg per hari.

Studi yang dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition ini juga menghasilkan kesimpulan lain. Kafein yang bersumber dari soda atau teh hijau justru meningkatkan level estrogen pada semua etnis wanita. Meskipun demikian, perubahan hormon ini tampaknya tidak memengaruhi ovulasi wanita.

Dr. Enrique Schisterman dari National Institutes of Health, penulis studi tersebut, menduga bahwa faktor genetik berperan dalam perbedaan jumlah hormon estrogen berdasarkan etnis. β€œHal ini juga dapat dipengaruhi oleh kadar antioksidan dan zat-zat lain dalam minuman. Termasuk pula bahan tambahan seperti gula dan susu,” jelas Enrique seperti dikutip dari NY Times.

Temuan ini berlaku pada wanita usia produktif (18-44 tahun). Wanita sehat yang belum mengalami menopause tak perlu khawatir akan efek dari asupan kafein dalam jangka pendek, tambahnya.

β€œBagaimanapun juga, asupan jangka panjang perlu diperhitungkan karena kadar estrogen berkaitan dengan berbagai gangguan pada wanita. Di antaranya endometriosis (membran dalam dari organ seks wanita), osteoporosis (tulang rapuh), serta kanker endometrial, payudara, dan rahim,” kata Dr. Enrique kepada Daily Mail.



(Odi/Odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads