Keracunan makanan adalah penyakit yang ditimbulkan dari konsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri patogen, virus, atau parasit. Hal ini juga bisa disebabkan oleh toksin kimiawi atau alamiah seperti jamur beracun.
Gejala keracunan makanan adalah mual, muntah, sakit kepala, diare, kelelahan, dehidrasi, dan sakit perut. Beberapa kasus serius mengharuskan korban dirawat di rumah sakit. Bahkan, ada pula yang meninggal setelah menyantap makanan tertentu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada beberapa langkah yang bisa diambil untuk mencegah keracunan makanan. Hal yang paling utama adalah menjaga kebersihan, baik tangan, peralatan dapur, atau area kerja. Jangan lupa cuci tangan setelah dari toilet serta sebelum dan sesudah mengolah makanan. Jaga dapur dari serangga, hama, dan binatang lainnya.
Pisahkan makanan mentah dari makanan matang, terutama daging. Gunakan peralatan (misalnya pisau dan talenan) yang berbeda dengan makanan matang atau non daging. Bungkus secara terpisah agar tidak terjadi kontak antara makanan mentah dengan makanan siap santap.
Sebaiknya semua daging, baik daging merah, daging unggas (ayam dan bebek), maupun makanan laut, dimasak hingga matang. Namun, yang utama adalah daging unggas. Rebus daging ayam dan beberk hingga airnya berwarna bening, bukan merah muda. Masak dengan suhu minimal 70 C , karena pada suhu inilah mikroba patogen mati.
Untuk bahan baku masakan, gunakan air yang sudah terjamin kebersihan dan keamanannya. Pilih makanan segar dan bagus kualitasnya. Pastikan makanan diolah hingga aman dikonsumsi. Untuk sayuran dan buah mentah, cuci di bawah air mengalir. Selain itu, jangan konsumsi makanan yang sudah kadaluwarsa.
(Odi/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN